Namun perlu dipahami disinfektan bukan alat terbaik untuk membersihkan kabin mobil. Disinfektan punya berbagai macam kandungan, salah satunya alkohol yang dikhawatirkan malah merusak material interior.
"Ada beberapa bahan atau material di kabin tidak tahan sama cairan itu," kata Dolf saat dihubungi, Sabtu (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Dolf usahakan memilih sabun dengan pH balance (rasio asam dan basa) rendah agar tidak melukai material interior seperti plastik, kain, kulit sintetis, dan kulit. Sabun khusus yang dijual di pasaran juga disebut bisa dipakai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebaiknya seka dengan sabun lalu dibersihkan dengan kain bersih," kata Dolf saat dihubungi, Sabtu (28/3).
[Gambas:Video CNN]
Interior yang harus lebih diperhatikan saat membersihkan yaitu bagian yang sering kena kontak dengan penumpang seperti setir, jok, dasbor, pembuka pintu, tuas transmisi, rem parkir, dan head unit.
Dolf tidak menyarankan melakukan fogging atau mengasapi kabin sebab disebut aktivitas itu berfungsi menetralkan bau dan membunuh bakteri.
"Fogging buat basmi virus seperti itu ya belum ada pembuktian," kata dia.
Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir merupakan cara sederhana untuk mencegah penyebaran penyakit termasuk penyakit virus corona (COVID-19). CNN Indonesia/Timothy Loen |
