Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan produsen Tanah Air mengalami gangguan pasokan bahan baku sebab banyak negara-negara memberlakukan lockdown guna menanggulangi penularan Covid-19.
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, ia menyikapi keputusan sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia yang sudah menangguhkan produksi untuk sementara waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui beberapa merek otomotif sudah menangguhkan aktivitas produksi, yakni Wuling Indonesia pada 6-19 April, Honda mobil 13-27 April, Yamaha 3-19 April, hingga Suzuki motor dan mobil 10-26 April, Daihatsu 10-17 April, dan Toyota 13-17 April.
Honda Prospect Motor (HPM) sebelumnya telah mengakui salah satu alasan menangguhkan produksi selama dua pekan di Indonesia karena kekurangan komponen dari India dan Malaysia sebab kedua negara menerapkan lockdown.
Yamaha dan Suzuki menangguhkan produksi dengan alasan yang sama yaitu krisis stok komponen dari luar negeri, berdasarkan isi surat yang ditujukan perusahaan kepada masing-masing pemasok lokal.
Putu menambahkan dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan industri otomotif nasional dengan menurunnya angka penjualan. Hal ini dapat dilihat dari penurunan permintaan kendaraan bermotor di Indonesia.
"Jumlah penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada bulan Januari 2020 sebesar 80,4 ribu unit atau turun sebesar 1,1 persen dari periode sebelumnya, kemudian bulan Februari 2020 sebesar 79,5 ribu unit atau turun sebesar 3,1% dari periode sebelumnya," kata Putu.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) juga telah mengoreksi target penjualan yang diprediksi turun 30 persen hingga nyaris 50 persen. (ryh/fea)