Japan Times mengabarkan seorang narasumber mengatakan Ovitz, mantan Presiden Walt Disney Co, sedang mengevaluasi proposal yang diajukan kepadanya dan kemungkinan bakal membantu pembuatan film atau proyek televisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 29 Desember 2019, Ghosn diketahui meninggalkan kediamannya di Tokyo. Dia dan dua orang warga Amerika Serikat menumpangi shinkansen dari Shinagawa ke Osaka, kemudian menuju hotel dekat Kansai International Airport.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ghosn pergi dari Jepang menggunakan pesawat jet pribadi jenis Bombardier berlabel TC-TSR yang mendarat di Istanbul, Turki, pada 30 Desember 2019.
Wall Street Journal menjelaskan kotak yang menyembunyikan Ghosn merupakan peti yang biasa digunakan musisi mengangkut perlengkapan audio. Bagian bawah kotak itu disebut sengaja dilubangi buat jalur pernapasan Ghosn selama perjalanan.
Setelah menunggu selama 45 menit di Istanbul, Ghosn kemudian terbang menggunakan jet pribadi kedua ke Beirut, Libanon.
Saat konferensi pers di Libanon pada 9 Januari 2020, Ghosn mengatakan, dia kabur karena merasa tidak diperlakukan adil dengan sistem peradilan di Jepang. Dia mengungkap ada kolusi antara Nissan dan jaksa penuntut serta terdapat upaya menunda persidangannya.
Sejauh ini belum diketahui pasti perkembangan dramatisasi kisah Ghosn oleh Ovitz yang berpengalaman dengan artis seperti Tom Cruise dan Sylvester Stallone. Sumber mengatakan rencana pembuatan film atau serial masih dalam tahap diskusi.
Infografis alur cerita pelarian Carlos Ghosn. (CNN Indonesia/Fajrian) |
Infografis alur cerita pelarian Carlos Ghosn. (CNN Indonesia/Fajrian)