Supercar adalah mobil balap yang dikembangkan di sirkuit namun telah dijinakkan agar bisa dipakai di jalan raya. Namun sejinak-jinaknya supercar tetap saja menyimpan tenaga mesin yang besar, di atas 500 tenaga kuda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya tak ada yang salah bila supercar digunakan di jalan selama PSBB selama menaati aturan, namun jadi masalah bila pengemudinya tidak memiliki mental yang baik selama berkendara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor kesalahan manusia dalam kasus kecelakaan supercar di jalan tol, kata Jusri, bukan masalah hard skill, melainkan soft skill. Hard skill yang disebut Jusri sebagai keahlian teknis seperti pemahaman mengemudikan supercar, cara mengerem, dan teknik membelok dinilai sudah dimiliki pemilik supercar di Indonesia.
"Bukan mereka enggak bisa bawa mobil, tapi lebih ke [masalah] soft skill. Yang menyebabkan adalah soft skill, itu adalah penguasaan tentang bahaya dan risiko, pemahaman berlalu lintas, dampak kerugian, dan lain-lain," jelas Jusri saat dihubungi Senin (4/5)
PSBB yang bikin jalanan sepi diakui Jusri bisa mendorong supercar berkeliaran. Meski demikian dia bilang pemilik mesti memahami tanpa pengawalan kepolisian berarti risiko di jalanan semakin besar.
Hal-hal yang berkaitan dengan supercar papar Jusri, bisa memicu tubuh memproduksi hormon endorfin dan adrenalin. Keduanya dikatakan sanggup menimbulkan berbagai macam efek buruk seperti arogansi dan kelalaian berkendara.
"Ketika adrenalin naik, itu logika enggak main. Ketika logika enggak main, segala referensi kita, tentang kita orang tua, kita pemimpin perusahaan, suami, atau bapak dari anak-anak, atau harus tertib, lupa semua bos. Terlena," kata Jusri.
Jusri menyarankan pemilik supercar menahan diri selama masa pandemi dan PSBB berlangsung. Dia menyarankan buat pemilik yang ingin 'kebut-kebutan' mengalihkan diri ke sirkuit.
Meski begitu sayangnya Sirkuit Sentul di Bogor, Jawa Barat, lokasi langganan aktivitas balap para komunitas, tutup selama masa PSBB. Pihak Sirkuit Sentul menyatakan sudah menutup sebagian besar aktivitas sejak Maret dan akan kembali dibuka sesuai peraturan pemerintah. (fea)