Ikim terpaksa mempersempit aktivitas bengkelnya seiring pandemi corona (Covid-19) Indonesia. Tujuan Ikim agar tempatnya mencari uang tak menjadi tempat berkumpul orang kala corona.
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jakarta sejak 10 April 2020 membuat Ikim 'putar otak'. Ia terus berusaha mencari nafkah sementara tetap mengikuti arahan pemerintah memutus mata rantai corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumen yang tak memesan terlebih dahulu kepada admin, jangan harap bisa dilayani meski sudah tiba di bengkel. Namun kondisi ini membuat pendapatannya menurun karena cukup banyak konsumen yang sekadar lewat mampir ke bengkelnya pada hari-hari biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami buka hanya untuk konsumen yang sudah booking," kata Ikim kepada CNNIndonesia.com.
"Jadi di bengkel itu sekarang sudah dibuat pengumuman, bisa dilayani tapi pesan dulu di whatsapp nanti dijadwalin."
"Ya pendapatan berkurang jauh," ucap Ikim mengeluh.
Ikim berharap cobaan ini cepat berlalu. Ia dan karyawannya pun bisa kembali melayani konsumen seperti biasanya tanpa harus tertular penyakit Covid-19.
"Yang tidak pakai masker tidak akan kami layani. Terus kalau di area tunggu dalam dua orang, di luar tiga orang. Pager bengkel juga kami tutup," ucap Ikim dalam mengurangi aktivitas bengkelnya.
Tolak PHK Karyawan
Ikim bersyukur sejumlah karyawannya masih bekerja di bengkelnya. Ia berharap pandemi Covid-19 tidak sampai memotong gaji karyawannya hingga tidak membayar THR.
Untuk menghindari kondisi tersebut, Ikim melawannya dengan menjual berbagai aksesori sepeda motor secara online.
"Maka saya bersyukur, jangan sampai ada karyawan saya 'dirumahin'. Apalagi sekarang ini mau lebaran," katanya. (ryh/mik)