Penjualan pada awal tahun dikatakan naik, namun Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer menyebutkan penjualan mulai terasa turun sejak Maret atau saat kasus Covid-19 mulai terdeteksi di Indonesia.
"Kalau bicara Januari-Februari tahun ini dibandingkan tahun lalu kalau di Mobil88 kami ada kenaikan lah, sekitar tujuh persen lah," kata Fischer lewat wawancara online, pada akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masuk ke April turunnya lebih dalam lagi, turunnya dibanding Maret hitungan sementara memang direkap, tapi kira-kira ada 70 persen turunnya dibandingkan Maret," ucap dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah di April itu Jakarta sudah mulai PSBB, dan mau tidak mau semua cabang ya tutup," kata dia.
Selain Mobil88, dealer mobil bekas Madina Mora Motor yang memiliki tujuh cabang juga mengakui hal itu.
Pemilik Madina Mora Motor, Husen Lubis, mengatakan, penjualan hancur lebur akibat Covid-19. Target 10 unit setiap bulan yang ditetapkan pada masing-masing cabang dealer tak bisa terpenuhi mulai Maret.
"Maret masih ada jualan ya sekitar 25 persen dari target, tapi April cuma dua unit. Ya itu ibaratnya dari pada tidak jualan kan," kata Husen.
Rontoknya penjualan mobil bekas juga mirip kondisi penjualan mobil baru. Pada Maret penjualan ritel mobil baru terekam jatuh 22 persen dibanding Februari.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) juga memprediksi penurunan bakal makin curam pada April. Pada tahun ini Gaikindo menargetkan penjualan mobil baru hanya 600 ribu unit, turun sekitar 40 persen dari pencapaian pada tahun lalu. (ryh/fea)