Catatan pada April melanjutkan tren penurunan penjualan Toyota yang sudah terjadi sejak Maret yakni 17.787 unit.
"Data retail kami pada April 2020 ini 8.443 unit," kata Direktur Marketing TAM Anton Jimmi lewat wawancara online, Selasa (12/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontribusi Jakarta terhadap penjualan mobil Toyota tidak lebih dari 25 persen, sementara sebelumnya di atas 30 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton menjelaskan lebih rinci penyebab penjualan mobil anjlok di Indonesia semasa Covid-19.
Dia mengatakan wabah telah mempengaruhi ekonomi masyarakat yang kemudian memilih prioritas kebutuhan yang akan dibeli. Masyarakat saat ini fokus memenuhi kebutuhan pokok ketimbang gonta-ganti mobil di tengah pandemi corona.
"Jadi orang berhati-hati juga melakukan pembelian," ucap dia.
Selain soal kemampuan dan minat beli, penurunan juga disebut disebabkan perusahaan pembiayaan atau leasing lebih selektif memberikan layanan finansial pada konsumen.
"Tapi dengan PSBB pastinya showroom basicly kebanyakan tutup. Jadi aktivitas orang pun terbatas," kata Anton.
Sebelumnya Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan penjualan mobil pada April secara retail turun drastis menjadi sekitar 25 ribu unit. Sedangkan bulan sebelumnya atau Maret penjualan sudah turun, namun masih pada angka 60.447 unit.
"Ritel hanya 25 ribu unit, padahal kalau normal itu bisa 80 ribuan unit," kata Nangoi melalui telepon. (ryh/fea)