Beberapa produsen otomotif itu di antaranya First Automobile Group, Chang'an Automobile, Dongfeng Motor Corporation, SAIC Motor Corporation, Guangzhou Automobile Group, BYD Auto, Great Wall Motors, Chery Holdings, hingga JAC Motors.
"Konvergensi yang mendalam antara otomotif dan TIK menjadikan kendaraan yang terhubung secara cerdas hadir," kata Rotating Chairman Huawei Eric Xu dalam keterangannya, Selasa (12/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xu mengatakan teknologi 5G yang punya keunggulan kecepatan transmisi, keandalan, dan latensi rendah, berperan penting menyempurnakan teknologi otonom dan fasilitas hiburan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Xu itu akan berpengaruh signifikan terhadap berbagai segmen seperti IoT dan otomotif.
Huawei sebelumnya telah meluncurkan produk modul fast-charging DC 'Huawei HiCharger'. Produk ini merupakan solusi untuk infrastruktur pengisian daya NEV. Huawei juga membangun platform-terbuka mengemudi cerdas untuk mempelajari antarmuka aplikasi, sistem pengendalian mobil, kokpit cerdas, dan internet kendaraan.
Menurut Xu secara bertahap inovasi-inovasi 5G pada mobil menjadikan para masyarakat atau konsumen mampu memahami keunggulan teknologi tersebut pada kendaraannya.
"Huawei tidak membuat mobil. Namun, dengan mendayagunakan TIK, Huawei berencana untuk mampu menjadi penyedia komponen mobil berorientasi digital beserta komponen-komponen canggihnya," kata Xu. (ryh/fea)