Gojek dan Grab memilih mematikan fitur angkut penumpang pada aplikasi masing-masing di wilayah yang menerapkan PSBB. Hal ini membuat para pengemudi ojol hanya bisa memanfaatkan fitur antar makanan dan barang.
Ketua Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan pihaknya dan mitra ojol tak pernah setuju dengan keputusan menghentikan sementara fitur antar penumpang. Dia mengatakan itu berdampak pada pengurangan pendapatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Igun menjelaskan terjadi penurunan pendapatan sangat drastis pada wilayah yang memberlakukan PSBB, antara 70-90 persen. Dia juga mengatakan kenaikan pengiriman barang maupun pesan antar makanan selama PSBB tidak signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gojek dan Grab hingga saat ini belum memberikan respons terkait kebijakan pengaktifan kembali fitur antar penumpang usai PSBB fase ketiga di Jakarta berakhir.
Anies mengklaim selama pelaksanaan PSBB tahap pertama dari 10 April hingga tahap kedua yang berakhir pada 22 Mei, penyebaran virus corona di ibu kota mulai menurun. (jnp/jal)