Menyikapi kondisi itu, Grab Indonesia punya rencana protokol kesehatan pencegahan penularan wabah corona (Covid-19) bila perusahaannya diizinkan mengaktifkan fitur order penumpang.
Pencegahan yang dimaksud yaitu menggunakan plastik pembatas antara pengendara dan penumpang. Penggunaan plastik itu terungkap melalui unggahan akun Instagram newdramaojol disertai caption new normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada unggahan itu memperlihatkan seorang pengendara motor lengkap dengan atribut Grab tengah menggendong pembatas terbuat dari plastik yang menyerupai tameng pada punggungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Grab Indonesia membenarkan mengenai hal tersebut, namun belum dapat mengungkapnya secara detail. Perusahaan berencana menyampaikan detail soal tameng itu mulai pekan depan.
Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno hanya menyampaikan bila perusahaan saat ini memang telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) baru kepada mitra jika ojek online kembali diizinkan beroperasi seperti semula di tengah pandemi.
"Hal ini kami terapkan untuk mendukung usaha pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus sekaligus membantu masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi new normal," kata Tri.
Perusahaan transportasi daring Grab dan Gojek mulai menonaktifkan fitur order penumpang pada 10 April, atau saat PSBB DKI Jakarta mulai diberlakukan.
Secara terpisah, Ketua Presidium Garda Indonesia (asosiasi ojek online) Igun Wicaksono menyambut baik antisipasi Grab melindungi mitra dan penumpang. Igun berharap biaya pengadaan sekat tersebut ditanggung perusahaan, dan tidak dibebankan kepada mitra pengemudi.
"Memang belum ada keterangan resmi soal itu. Tapi biasanya disuruh beli lalu bayarnya dicicil melalui potongan akun driver," kata Igun. (ryh/mik)