Automotive News pekan lalu melaporkan kabar dari media Le Figaro bahwa Renault tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara langsung. Dikatakan perusahaan otomotif asal Prancis itu akan memprioritaskan 'karyawan tak punya pengganti yang berencana pensiun'.
Perusahaan disebut menolak berkomentar atas pemberitaan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menyatakan mengalirkan dana 8 miliar euro untuk membuat negara sebagai produsen top kendaraan ramah lingkungan di Eropa. Prancis juga didorong agar bisa memproduksi kendaraan di dalam negeri mengutip CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prancis merupakan pemilik 15 persen saham Renault. Renault juga tergabung dalam aliansi bersama Nissan dan Mitsubishi.
Renault memiliki 43 persen saham Nissan, 1,55 persen saham Daimler, dan 25 persen saham produsen Rusia, AvtoVAZ.
Davy J Tuilan, COO Maxindo Renault Indonesia, distributor mobil Renault di dalam negeri, belum merespons kontak CNNIndonesia.com terkait masalah PHK ini. (fea)