Perlu dipahami sekat plastik ini merupakan ide asosiasi pengendara ojol Garda Indonesia. Sekat plastik digendong di punggung pengemudi, alat ini diharapkan bisa mengurangi risiko penularan virus corona (Covid-19).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menjelaskan akan membahas sekat plastik di pembahasan skema protokol kesehatan transportasi online di rapat lintas kementerian. Dia belum bisa memastikan sekat plastik bakal membuat ojol diizinkan beroperasi mengangkut penumpang pada new normal sebab masih menunggu pendapat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besok rapat dengan Kemenkes untuk meminta pendapatnya bagaimana. Apakah ini bisa mengurangi dampak penularan atau tidak," kata dia melalui sambungan telepon.
Menurut Ahmad, Kemenhub tidak dapat langsung menyetujui ide penggunaan sekat plastik pada ojol sebelum ada persetujuan Gugus Tugas dan Kemenkes.
Dia juga bilang selain masalah ojol rapat juga membahas mengenai aturan main transportasi selama new normal.
Pengemudi ojol membuat inovasi berupa sekat plastik yang digunakan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). (Dok.istimewa) |
"Dari Kemenhub tidak bisa jalan sendiri, karena ujungnya kalau pun kami sudah buat [aturan] tapi Gugus Tugas tidak setuju ya tidak bisa. Harus ada pandangan untuk mendapatkan konfirmasi dan persetujuan," kata dia.
Seperti diketahui selama PSBB keleluasaan ojek online mengangkut penumpang dibekukan sementara oleh penyedia jasa transportasi online seperti Gojek dan Grab yang menyesuaikan aturan pemerintah. Layanan ojol diizinkan hanya untuk mengantar barang selama PSBB. (ryh/fea)
