TIPS OTOMOTIF

Cara Hitung Manual Full to Full Konsumsi BBM Mobil

CNN Indonesia
Rabu, 07 Jan 2026 06:30 WIB
Anda bisa menghitung sendiri konsumsi BBM mobil tanpa bantuan fitur elektronik.
Anda bisa menghitung sendiri konsumsi BBM mobil tanpa bantuan fitur elektronik. (CNNIndonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anda bisa mendapatkan estimasi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) memanfaatkan fitur yang tersedia di mobil. Namun bila tak tersedia atau mau yang lebih akurat, Anda bisa memakai cara manual sederhana yakni menghitung full to full.

Cara ini mengukur berapa banyak BBM yang dihabiskan sepanjang berkendara lalu dibagi jarak tempuh kilometer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengisi BBM di SPBU sampai benar-benar penuh hingga ke ujung leher pipa tangki bahan bakar. Tandai batas genangan BBM di ujung leher pipa karena nanti akan menjadi patokan saat mengisi ulang.

Jangan lupa catat atau foto indikator di dispensi SPBU buat mengetahui berapa banyak BBM yang masuk. Alternatifnya Anda bisa meminta struk pengisian yang berisi informasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum mulai berkendara, reset trip meter atau Anda bisa juga mencatat angka odometer. Selain itu reset indikator efisiensi BBM bila fitur ini tersedia untuk nanti dijadikan perbandingan dengan hitung manual full to full.

Kemudian gunakan mobil seperti biasa selama periode tertentu. Anda bisa menentukan rute perjalanan, apakah ingin di dalam kota saja atau perlu ke luar kota, buat mengetahui efisiensi BBM kombinasi.

Setelah selesai, isi kembali BBM di SPBU hingga mencapai titik di ujung leher pipa tangki seperti pengisian pertama. Catat, foto atau minta struk pengisian buat mengetahui berapa liter BBM yang diisi.

Untuk mengetahui efisiensi BBM full to full ini, hitung jarak tempuh yang dilalui kemudian dibagi berapa liter BBM yang sudah diisi.

Konsumsi BBM = Jarak Tempuh ÷ Volume BBM saat Pengisian Kedua

Sebagai contoh, angka pada odometer awal menunjukkan 200 km dan pada pengisian kedua 500 km maka jarak tempuhnya 300 km. Sedangkan pengisian BBM kedua menunjukkan angka 20 liter.

Maka, perhitungannya adalah sebagai berikut:

Konsumsi BBM = (500 km - 200 km) ÷ 20 liter = 15 km per liter

Artinya mobil Anda menghabiskan 1 liter bahan bakar setiap 15 km. Anda bisa membandingkannya dengan indikator efisiensi BBM di mobil, seharusnya lebih akurat metode full to full.

Tips menghemat penggunaan BBM

Ada banyak faktor yang memengaruhi peningkatan konsumsi BBM, seperti gaya berkendara, pemilihan jenis BBM, beban muatan, tekanan ban, cuaca hingga kesehatan kondisi mesin. Berikut tips untuk menjaga konsumsi BBM Anda tetap hemat.

1. Mengemudi halus

Kecepatan rendah bukan berarti irit, kecepatan tinggi juga tak berarti boros. Mobil bakal mencapai titik paling irit ketika melaju pada momentum seimbang atau 'melayang'.

Agar irit Anda perlu menghindari akselerasi dan pengereman mendadak. Gerakan pedal gas dan rem mesti dilakukan secara halus, disarankan banyak memanfaatkan momentum.

2. Pilihlah jenis BBM yang tepat

Penting menggunakan jenis BBM sesuai spesifikasi mesin seperti kompresi atau standar Euro. Penggunaan BBM oktan rendah pada mesin berkompresi tinggi bisa mengurangi efisiensi, salah satunya karena titik pengapian berubah dan pembakaran tak ideal.

3. Hindari muatan berlebih

Muatan berlebih dapat menekan mesin untuk bekerja lebih keras sehingga konsumsi BBM juga meningkat. Hindari memaksakan membawa muatan lebih pada mobil Anda untuk konsumsi BBM yang lebih efisien.

4. Pastikan tekanan ban sesuai standar

Tekanan udara ban terlalu tinggi bisa bikin irit BBM, tetapi dampaknya traksi berkurang hingga memperbesar risiko keselamatan. Selain itu tekanan tinggi bikin ban menjadi lebih keras, efeknya bikin sulit dikendalikan dan tidak nyaman di jalan rusak.

Tekanan ban terlalu rendah menambah traksi tetapi berisiko pecah ban karena panas dan membuat mesin bekerja lebih berat sehingga butuh BBM lebih banyak.

Selalu pastikan tekanan ban sesuai standar untuk menghindari pengeluaran biaya BBM berlebihan.

5. Cek kondisi mesin dan servis berkala

Mesin yang bermasalah membuat proses pembakaran tidak sempurna sehingga konsumsi BBM menjadi lebih boros. Lakukan pengecekan dan servis berkala untuk menjaga kondisi mesin dan komponen mobil tetap optimal.

(iqb/fea)


[Gambas:Video CNN]