Ini Mobil Buatan Indonesia yang Paling Banyak Dikirim di Venezuela

CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 18:29 WIB
Toyota Indonesia mengekspor Wigo nyaris 5.000 unit ke Venezuela, mobil ini dijual dengan nama Agya seperti di dalam negeri.
Toyota Indonesia mengekspor Wigo nyaris 5.000 unit ke Venezuela, mobil ini dijual dengan nama Agya seperti di dalam negeri. (Toyota Venezuela)
Jakarta, CNN Indonesia --

Venezuela yang diserang Amerika Serikat memiliki keterikatan otomotif secara tidak langsung dengan Indonesia, salah satunya melalui hubungan ekspor-impor kendaraan Toyota. Di negara itu Toyota Agya merupakan model buatan Indonesia yang paling banyak dikapalkan tahun lalu.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Januari-November 2025, Toyota telah mengekspor ribuan mobil buatan Indonesia ke Venezuela.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Toyota Indonesia mengekspor Wigo, yang dijual dengan nama Agya di Venezuela. Salah satu varian Wigo yang dikirim adalah 1.200 AT G 4x2 sebanyak 3.767 unit.

Lonjakan signifikan ekspor Wigo itu terlihat pada Mei dengan 542 unit, kemudian berlanjut pada Juni, Juli, hingga September yang masing-masing mencatat pengiriman di atas 400 unit. Puncak tertinggi terjadi pada November dengan 868 unit sekaligus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Wigo, Indonesia juga mengekspor Wigo 1.200 MT G 4x2 ke Venezuela dengan total pengiriman mencapai 1.102 unit.

Jika digabung, pengapalan model Wigo ke negara tersebut selama 11 bulan 2025 mencapai 4.869 unit.

Wigo sendiri merupakan nama luar negeri Agya, model mobil harga terjangkau dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC). Namun di Venezuela, Toyota tetap menggunakan nama Agya, alih-alih memakai nama lain seperti Wigo.

Selain Wigo, Toyota juga mengapalkan Yaris Cross 1.500 AT G 4x2 dengan jumlah untuk periode yang sama 1.008 unit.

Total ekspor Toyota ke Venezuela menembus hampir 6.000 unit selama 11 bulan. Data ini sekaligus menunjukkan, pasar Venezuela masih menyerap kendaraan asal Indonesia, meski dalam kondisi ekonomi dan politik yang tidak sepenuhnya stabil.

Toyota Indonesua telah buka suara terkait isu geopolitik di Venezuela. Mereka mengaku akan mempelajari dampak yang mungkin dapat mengganggu kinerja ekspor.

"Kami masih mempelajari isu tersebut," kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam melansir CNBC Indonesia, Kamis (8/1).

"Ya kalau sedang bergejolak, logistik cari aman dan jalur bisa lebih panjang jadi naik ongkosnya," kata Bob menambahkan.

Toyota Agya di Venezuela.Toyota Agya di Venezuela. (Toyota Venezuela)

Situasi Venezuela kini memanas usai Amerika Serikat (AS) menculik presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari setelah berbulan-bulan melakukan tekanan. Maduro diculik bersama istrinya di kediaman mereka di Caracas.

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, kini mengambil alih pucuk pemerintahan. Sementara AS sekarang berupaya mengolah minyak bumi Venezuela.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]