Motor Dipakai Lintasi Banjir, Apa Harus Ganti Oli?

CNN Indonesia
Selasa, 13 Jan 2026 18:30 WIB
Penggantian oli usai motor dipakai melintasi banjir tergantung kondisi, yang jelas harus diperiksa dahulu.
Penggantian oli usai motor dipakai melintasi banjir tergantung kondisi, yang jelas harus diperiksa dahulu. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor. Jalanan basah hingga genangan air kerap tak terhindarkan, apalagi di kawasan rawan banjir.

Kondisi ini bukan hanya mengganggu perjalanan, tetapi juga menyimpan risiko kerusakan serius pada mesin motor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu ancaman terbesar ketika motor melintasi genangan air adalah air masuk ke dalam ruang pembakaran. Air bisa saja terhisap ke mesin, lalu bercampur dengan oli, sehingga berpotensi merusak komponen internal.

Sebagai langkah antisipasi, tidak sedikit pemilik motor langsung mengganti oli setelah menerjang genangan. Namun, apakah hal tersebut selalu wajib dilakukan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawabannya bergantung pada kondisi genangan yang dilalui. Jika ketinggian air tergolong tidak aman, pemeriksaan fisik oli sebaiknya segera dilakukan. Langkah ini bersifat preventif untuk memastikan tidak ada air yang masuk dan mencemari sistem pelumasan mesin.

Air dengan ketinggian di atas 30 sentimeter (lebih dari setengah roda) berisiko besar tersedot ke dalam mesin, terutama melalui saluran udara. Dalam kondisi tersebut, pengecekan warna dan tekstur oli menjadi hal penting. Oli yang berubah keruh, kasar, atau menyerupai susu kental menandakan telah tercampur air.

Dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Oli yang terkontaminasi air dapat kehilangan fungsi pelumasan. Lebih parah lagi, jika air masuk ke ruang bakar, risiko kerusakan meningkat drastis, mulai dari piston bengkok hingga blok mesin pecah.

Air bersifat merusak komponen berbahan logam. Saat terjadi proses kompresi, air yang terjebak akan bersifat seperti benda padat. Benturan antara piston dan air terkompresi ini diibaratkan seperti logam beradu dengan besi, yang dapat merusak piston dan ring piston.

Karena itu, jika terdapat indikasi oli tercampur air, penggantian oli menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

Umumnya, oli yang tercampur air akan mengalami perubahan warna menjadi putih susu dan tekstur yang lengket merupakan tanda kuat bila air telah masuk ke dalam mesin, demikian melansir situs Wahana Honda.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]