Polisi Sorot Kasus Mobil Listrik Terbakar di Indonesia
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menyoroti sejumlah kasus mobil listrik yang dilaporkan terbakar dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya kehadiran mobil listrik memang memiliki dua sisi, yakni positif karena memberi dampak baik terhadap lingkungan serta perkembangan teknologi, sedangkan sisi negatif yaitu potensi risiko keselamatan yang perlu mendapat perhatian.
"Kalau dari kami sudah menyampaikan saran bagaimana menyikapi kebijakan (kendaraan) listrik ke depan. Kendaraan listrik ini memang ada hal positif dan negatif," kata Agus ditemui di Jakarta, Senin (19/1).
Menurutnya seluruh pemangku kepentingan, termasuk Korlantas Polri, selalu terbuka atas perkembangan industri otomotif Tanah Air, khususnya sektor kendaraan listrik.
"Tetapi kami terbuka untuk menyikapi perkembangan otomotif," ucap dia.
Ia juga mengatakan pihaknya telah berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian sehingga mereka dapat memberikan sosialisasi dan edukasi terkait kendaraan listrik kepada seluruh anggota kepolisian di Indonesia.
Lihat Juga : |
Kasus mobil listrik terbakar
Saat ini telah muncul sejumlah kasus mobil listrik terbakar di Indonesia. Misalnya BYD Seal yang tiba-tiba mengeluarkan asap di Jakarta kala diparkir oleh pemiliknya di garasi pada Mei 2025. Kemudian insiden Wuling Air EV yang tiba-tiba mengeluarkan api pada Juli 2025 di Bandung, Jawa Barat.
Mobil listrik berukuran ringkas itu kemudian habis terbakar menyisakan rangka, namun tak ada korban jiwa atas insiden tersebut.
Terbaru, insiden kebakaran mobil listrik di sebuah rumah kawasan Penjaringan, Jakarta Utara pada Desember 2025 yang menewaskan lima orang. Kejadian ini diduga dipicu masalah pada sistem pengisian daya.
(ryh/fea)