Banyak Konsumen Belum Terima Jaecoo J5 EV, Chery Minta Maaf
Manajemen Chery Indonesia angkat bicara terkait munculnya keluhan konsumen terkait inden mobil listrik Jaecoo J5 EV.
Zeng Shuo, President Director Chery Group Indonesia, kemudian menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui proses pengiriman Jaecoo J5 EV belum berjalan sesuai rencana lantaran mobil itu berstatus rakitan lokal (CKD), bukan impor utuh (CBU).
Namun, jumlah produksi yang dilakukan belum dapat menyesuaikan pesanan, sehingga inden mobil listrik dengan banderol mulai Rp249,9 juta tersebut mengular.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kami tidak CBU, jadi dari awal sudah rakit lokal," kata Zeng di Jakarta, Senin (19/1).
Ia mengakui permintaan terhadap J5 EV cukup tinggi sejak pertama kali diperkenalkan di pasar Indonesia. Itu membuat lonjakan pesanan belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan distribusi dalam waktu cepat.
Meski tak menyebut spesifik, ia mengatakan inden J5 EV mencapai ribuan unit.
"Jadi sampai sekarang indennya masih ribuan. Banyak konsumen sudah booking dan belum terima (mobil). Kami minta maaf," kata Zheng.
Zheng menambahkan saat ini Chery tengah mempercepat proses pengiriman dengan meningkatkan kapasitas produksi di pabrik Handal secara bertahap.
Ia menargetkan ada ribuan unit J5 EV dapat diserahkan ke konsumen pada periode lebaran 2025. Dengan begitu inden konsumen Tanah Air atas mobil tersebut bisa menurun.
Akhir tahun kemarin, merek China tersebut telah menandai pencapaian pemesanan J5 sebanyak 6.000 unit hanya dalam dua minggu pertama sejak meluncur pada 3 November.
Lalu sebanyak 10 ribu unit ditargetkan bakal diserahkan ke konsumen hingga Februari 2026.
(ryh/dmi)[Gambas:Video CNN]
