Gaikindo Pasrah Menanti Insentif Otomotif 2026

CNN Indonesia
Senin, 26 Jan 2026 15:30 WIB
Sejauh ini belum ada tanda-tanda pasti insentif otomotif bakal diberikan pada tahun ini.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda pasti insentif otomotif bakal diberikan pada tahun ini. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengaku belum menerima informasi terbaru terkait kelanjutan insentif otomotif pada 2026. Namun disebutkan pelaku industri otomotif akan tetap berjalan walau tanpa kepastian dukungan fiskal pemerintah.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan pihaknya belum mendengar apa pun soal insentif otomotif akan kembali diberikan atau tidak tahun ini.

"Belum dengar apa-apa (soal kelanjutan insentif). Tidak tahu-tahu saya, pokoknya kami jalan, jangan ngarepin ini itu," kata Jongkie di Jakarta, akhir pekan kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Jongkie menilai pemerintah pada dasarnya tidak menginginkan penjualan otomotif surut sebab sektor ini dianggap berkontribusi besar terhadap penerimaan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami selalu bilang, pemerintah pasti memikirkan. Siapa yang mau penjualan otomotif turun? Pemerintah juga tidak mau, pemerintah perlu duit. Kan saya bilang, dari harga mobil itu 40 persen masuk ke kantong pemerintah," katanya.

Menurut Jongkie keputusan terkait pemberian insentif tidak bisa dilihat hanya dari kepentingan industri otomotif semata. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai sektor dan kondisi ekonomi secara menyeluruh.

Baginya asosiasi maupun produsen memilih pasrah terkait kelanjutan insentif otomotif di dalam negeri.

"Tapi memang, banyak aspek yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Kami ini (industri otomotif) sepotong doang. Jadi pemerintah yang lebih tahu, kami pasrahkan. Sementara kami jalan saja dulu," ujarnya.

Usulan insentif 2026

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pihaknya telah mengajukan usulan insentif dan stimulus bagi sektor otomotif kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Menurutnya insentif untuk sektor otomotif merupakan salah satu upaya pemerintah melindungi tenaga kerja pada industri padat modal itu.

"Kami sudah kirim dan tentu seperti yang selalu kami sampaikan bahwa program yang kami usulkan atas nama perlindungan tenaga kerja, dan juga kekuatan atau penguatan manufaktur bidang otomotif yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi kepada perekonomian," kata Agus awal bulan ini.

Agus bilang usulan tersebut dirancang lebih komprehensif dan terukur dibandingkan skema insentif pada masa pandemi Covid-19.

Penjelasan dia insentif yang diusulkan kali ini telah disusun secara lebih detail dengan mempertimbangkan berbagai aspek, misalnya segmentasi kendaraan, teknologi, hingga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

Agus menambahkan penyusunan usulan insentif ini melalui proses yang panjang dan sudah melibatkan pelaku industri, dalam hal ini Gaikindo.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]