TIPS OTOMOTIF

Kuras Oli Setelah Motor Libas Banjir, Perlu atau Tidak?

CNN Indonesia
Rabu, 28 Jan 2026 20:00 WIB
Air banjir yang masuk ke ruang pembakaran bakal tercampur dengan oli, bila kondisinya begini perlu penanganan serius. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir dapat mengakibatkan kerusakan serius pada motor apabila tidak ditangani dengan benar. Motor yang terkena banjir harus segera dicek kondisinya dan dilakukan perbaikan, terutama penggantian oli.

Teknisi dari bengkel resmi Honda Utama Motor Willy mengatakan ketika motor terkena banjir hal pertama yang harus diperiksa adalah oli mesin, oli gardan, dan Continuously Variable Transmission atau CVT.

"Paling utama kita cek oli mesin. Sama bagian CVT juga," kata Willy.

Jika oli tercampur air banjir, pengurasan perlu dilakukan untuk mencegah motor mengalami kerusakan akibat karat atau masalah serius lainnya.

Pengurasan juga dilakukan bertahap, biasanya bengkel akan merekomendasi pengurasan kembali setelah motor dipakai selama satu minggu.

"Ya, paling kalau setelah kena banjir dikuras dulu, nanti nunggu berapa minggu kita ganti lagi yang baru. Takutnya masih ada sisa-sisa air kan," jelasnya.

"Oli gardan juga sama, kuras, kita cek, selebihnya ganti lagi," tambah Willy.

CVT juga dapat kotor jika air banjir masuk ke sela-sela komponen ini. Apabila terjadi masalah pada CVT, motor mungkin mengalami getaran dan mengeluarkan suara berisik ketika dikendarai.

"Kayak gredek atau bisa kalo pas lewat banjir kan kadang dia masuk," kata Willy.

Oleh karena itu perlu dilakukan pembersihan pada area CVT yang terdampak banjir untuk mencegah kerusakan lebih serius di kemudian hari.

"Kalau dia terendam banjir, paling kita bersihin. Takutnya kan ada air pada masuk semua, jadi selebihnya kita bersihkan," tuturnya.

Hal serupa juga dituturkan Ammar, teknisi dari bengkel Dewa Motor Buncit Jaya. Dia bilang banjir dapat mengakibatkan berbagai masalah kerusakan komponen motor sehingga harus dilakukan pengecekan total.

"Oli mesin, oli gardan, busi, terus CVT, sama throttle body, sama filter udara juga," jelas Ammar.

"Iya, kalau banjir banyak. Apalagi yang motor-motor kerendam kan, itu pengecekannya harus semua karena kan air pasti masuk dari knalpot, terus ke CVT, filter udara itu pasti masuk," tuturnya.

Ammar menyarankan motor kebanjiran segera dibawa ke bengkel untuk langsung dilakukan pengecekan dan perbaikan, terutama penggantian oli.

"Kalau ganti oli, setelah kebanjiran ya, itu mending langsung diganti karena kalau olinya enggak diganti, dia kecampur air tuh nanti bakal terjadi masalah di dalam mesinnya. Terus oli gardan pun gitu. Dia kalau kecampur air, warnanya nanti putih. Nah itu enggak bagus juga buat gearbox-nya," jelas Ammar.

Walapun penggantian oli menurutnya normal dilakukan setiap 2.500 km sekali, motor yang terdampak banjir harus segera diperiksa kondisi olinya untuk mengurangi berbagai risiko kerusakan fatal.

"Kalo misalnya nggak kena banjir ya, maksudnya motor yang normalnya biasa per 2500 km baru ganti oli, tapi kalau udah kena banjir, langsung aja ganti. Langsung diganti, saran," tutup Ammar.

(iqb/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK