Tanpa Insentif, Target Jualan Motor Listrik 2026 Dinaikkan

CNN Indonesia
Rabu, 04 Feb 2026 15:41 WIB
Pemerintah telah menetapkan untuk tidak memberi insentif pada sepeda motor listrik di tahun ini. CNNIndonesia/Rayhand Purnama
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah telah menetapkan untuk tidak memberi insentif pada sepeda motor listrik di tahun ini. Meski begitu, asosiasi mengaku optimistis, bahkan berani memasang target penjualan lebih tinggi di sepanjang 2026 daripada tahun lalu.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda motor Listrik Indonesia (Aismoli) Hanggoro Ananta menyatakan pihaknya menaikkan target sebesar 10 persen dibandingkan realisasi penjualan 2025.

Selama tahun lalu penjualan motor listrik seluruh produsen di bawah Aismoli mencapai 55 ribu unit. Artinya, selama 2026 penjualan ditargetkan naik jadi 60 ribuan unit.

"Insentif iya tidak ada, saya baca seperti itu. Tapi kami tetap punya target secara organik," kata Hanggoro ditemui di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Hanggoro mengatakan pihaknya berani memasang target lebih tinggi tanpa dukungan fiskal pemerintah, sebab para pelaku industri sudah mulai terbiasa dan pelan-pelan mampu beradaptasi di tengah masa sulit penjualan.

Selain itu kata dia masyarakat sudah lebih terbuka terhadap kendaraan listrik karena dinilai memiliki banyak manfaat terutama mengurangi ongkos penggunaan harian.

"Jadi tuh banyak kayak testimoni dari mulut ke mulut. Kalau kami yang bilang kan gak percaya, tapi ada testimoni dari yang pakai ke temannya misal," kata Hanggoro.

Karena kondisi tersebut ia menambahkan penjualan motor listrik anggota Aismoli dikatakan masih bisa 'terselamatkan' selama 2025, meski posisi pemberian insentif dari pemerintah kala itu menggantung.

"Jadi sari 2024 secara jumlah itu 70 ribuan unit, 2025 itu 55 ribuan. Nah di awal 2025 penurunan cukup tajam sekitar 60 persen. Tapi seiring wajtu penurunan jadi 30 persenan dibanding 2024. Penyerapannya retail dan fleet juga," katanya.

Insentif motor listrik pernah diberikan pemerintah pada 2023, yaitu Rp7 juta untuk pembelian satu unit per KTP. Insentif ini dilanjutkan ke 2024 tetapi kuotanya dipangkas menjadi hanya 60 ribu unit lantaran sepi peminat.

Kuota pada 2024 habis pada September, setelah itu pemberian insentif terhenti sampai sekarang.
Para produsen motor listrik lalu berharap insentif dilanjutkan ke 2025, tapi nihil hingga kini.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang lantas memastikan sepeda motor listrik tak mendapat insentif baru pada 2026. Sektor ini tak masuk dalam usulan insentif otomotif baru Kementerian Perindustrian kepada Kementerian Keuangan.

Agus menjelaskan insentif motor listrik memang tak diajukan pihaknya ke Kementerian Keuangan.

"Tidak diajukan oleh kami," ujar Agus belum lama ini.

Agus menyampaikan kepastian motor listrik tak dapat insentif lebih baik daripada informasi soal ini terus menggantung. Dia bilang pemerintah mau pelaku usaha dan konsumen tidak terus menunggu insentif.

"Saya sampaikan sekarang biar ada kepastian, jadi orang nggak nunggu insentif, industri juga bergerak," tutur Agus.

(ryh/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK