Waspadai Oli Motor Palsu dengan Cara Berikut
Pelumas atau oli berguna untuk melindungi komponen dari korosi atau aus dengan membentuk lapisan pada permukaan logam. Namun masih banyak pemilik kendaraan tertipu membeli oli palsu yang memicu kerusakan serius pada mesin motor.
Montir bernama Dika dari bengkel Dunia Sepeda Motor di Pasar Minggu, mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan oli palsu.
Lihat Juga :![]() Tips Otomotif Bagian Motor Wajib Dicek Saat Musim Hujan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pilih oli dengan segel dan barcode resmi
Pilihlah oli dengan merek terpercaya dan pastikan oli masih tersegel dengan baik. Hindari membeli oli yang tidak memiliki segel resmi untuk memastikan keasliannya.
"Kalau oli-oli yang sudah ternama tuh jarang ada yang dipalsu karena yang oli-oli yang udah ada nama itu biasanya ada scan barcode (...) ditutup botolnya," ujar Dika saat ditemui beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produsen oli menyematkan barcode khusus yang dapat dipindai untuk mendapatkan kode unik produksi. Jika kode muncul, produk tersebut terbukti keluaran resmi.
2. Kenali tanda-tanda oli palsu
Jika Anda terlanjur menggunakan oli tanpa memperhatikan segel dan barcode resmi, tanda-tanda berikut mungkin akan membantu Anda mendeteksi oli palsu pada motor.
Apabila Anda mengalami kehabisan oli sebelum batas jarak tempuh yang biasanya ditentukan, kemungkinan besar oli yang digunakan adalah palsu.
Gejala kedua yang biasanya dirasakan adalah motor tidak bisa langsam atau pun tersendat ketika dikendarai.
"Gejalanya paling motor gak bisa langsam, jadi putaran mesinnya itu naik turun. Gak mau stabil gitu, itu aja sih biasanya," kata Dika.
Lihat Juga : |
3. Segera periksa motor ke bengkel
Dalam kondisi tertentu, oli palsu dapat mengakibatkan kerak pada mesin yang berujung pada kerusakan komponen yang lebih serius.
Sebelum hal ini menjadi makin parah, Anda sebaiknya langsung periksa motor ke bengkel terpercaya untuk dilakukan perbaikan.
"Ya paling ganti oli yang agak bagusan. Dibuang dulu, diganti pake yang bagus. Buat bersihin keraknya aja. Paling pake oli yang bisa rontokin kerak-kerak," ucap Dika.
"Tapi kalau udah telat kayak macet gitu ya pasti ganti ini, mesin, turun (dilakukan pembongkaran mesin)," pungkasnya.
(iqb/mik)[Gambas:Video CNN]

