Toyota Indonesia Respons Penjualan 2025 Surut yang Disorot Prinsipal

CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 09:50 WIB
Menurut prinsipal Toyota, penjualan di Indonesia drop 12,2 persen karena pajak dan leasing yang ketat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Toyota merespons sorotan prinsipal global terkait penurunan penjualan di Indonesia yang disebut menjadi salah satu yang terdalam dibanding negara lain, khususnya wilayah Asia. Menurut Toyota kondisi itu bisa terjadi disebabkan perbedaan karakter pasar, konsumen, hingga situasi ekonomi masing-masing negara.

Jap Ernando Demily, Direktur Toyota Astra Motor (TAM), menyampaikan setiap negara memiliki tantangan berbeda, baik dari sisi makro maupun mikro ekonomi. Karena itu, penurunan penjualan di Indonesia tidak dapat disamakan secara langsung dengan kondisi negara lainnya.

"Ya gini kan kondisi konteks global negara by negara itu kondisi bisa berbeda. Market berbeda, preferensi berbeda, kondisi makro dan mikro berbeda," kata Jap di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, akhir pekan kemarin, di Jakarta.

Toyota Motor Corporation mengumumkan laporan hasil penjualan dari Januari hingga Desember 2025. Indonesia disorot karena penurunan penjualan, salah satunya disebabkan pungutan pajak serta ketatnya lembaga pembiayaan memberikan kredit terhadap calon pembeli.

Melansir detik, laporan ini menjelaskan performa penjualan Toyota di beberapa negara kunci pada 2025. Penjualan Toyota di Asia pada 2025 lalu menyentuh 3.285.605 unit. Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 3.214.633 unit.

Pabrikan melaporkan data penjualan (termasuk Lexus) mencapai 260.446 unit atau minus 12,2 persen, turun dari sebelumnya 296.546 unit. Indonesia menjadi negara ketiga yang memberikan kontribusi penjualan Toyota di Asia selama 2025.

Di level Asia, Indonesia kalah dari China yang menjual 1.780.396 unit dan India 351.412 unit.

Bicara di level Asia Tenggara, Indonesia masih juaranya. Thailand menempel ketat di posisi dua dengan raihan 230.038 unit, selanjutnya Filipina 229.447 unit, Malaysia 102.417 unit, dan Vietnam 74.206 unit.

Toyota menyebut penjualan menurun di Indonesia dibandingkan tahun lalu (year-on-year) dikarenakan kondisi lingkungan pasar yang terus menantang. Faktornya utamanya disebabkan pengetatan seleksi kredit, dan struktur pajak.

Meski demikian, Jap bilang Indonesia tetap menjadi pasar strategis. Selama ini ia mengklaim mampu mempertahankan posisi sebagai merek otomotif nomor satu di Tanah Air.

"Puji tuhan kami tetap mempertahankan market posisi nomor satu dalam hal ini prinsipal kami Toyota, tentunya apresiasi bagaimana selama 55 tahun, kami bisa tetap menjadi nomor satu," katanya.

Jap turut menegaskan komitmen Toyota untuk tetap bertahan dan tumbuh di Indonesia, terlepas dari naik atau turunnya penjualan. Ia menambahkan Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem industri otomotif Toyota.

"Toyota konsepnya selalu ingin bertumbuh. Makanya kami punya produk yang komplit. Kami ingin bertumbuh. Makanya kami bangun industri, bangun supplier, pabrik, employee diciptakan, TKDN diperdalam," kata Jap.

"Makanya kami yakin akan tetap bertumbuh dan stay di Indonesia," ucapnya lagi.

(ryh/fea)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Melirik Mobil Baru di IIMS 2026

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK