Pasar LCGC Surut, Pengamat Ekonomi Bilang Ini Penyebabnya
Penjualan mobil harga terjangkau dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) mengalami penurunan cukup dalam yang indikasinya disebabkan surutnya daya beli konsumen kelas menengah.
Mengacu data distribusi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tren permintaan LCGC selama 2025 cenderung menurun. Distribusi ke dealer terekam surut 31 persen menjadi 122.686 unit, padahal 2024 mencapai 176.766 unit.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelas menengah menurun, ini indikasi minat konsumen atas pembelian mobil bensin khususnya LCGC turun tahun lalu," kata Pengamat Ekonomi Senior Perbanas Josua Pardede di Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/2).
"Lalu dalamnya penurunan penjualan kendaraan penumpang sejalan dengan tekanan terhadap kelas menengah," katanya lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menerangkan segmen terbesar pasar mobil penumpang di Indonesia terfokus pada produk dengan rentang harga Rp100 jutaan hingga Rp500 juta.
Lalu, di antara mobil dengan harga di bawah Rp500 juta, segmen MPV merupakan kategori dengan penjualan tertinggi. Konsumen pada segmen tersebut, lanjut dia, cenderung sensitif terhadap kenaikan harga dan rentan atas guncangan ekonomi yang berpotensi menurunkan daya beli.
Ia juga menyebut saat ini terjadi fenomena downtrading seiring melemahnya daya beli masyarakat kelas menengah.
"Pada tahun 2024, indikasi terjadinya downtrading di tengah melemahnya daya beli konsumen mulai terlihat, ditandai dengan perlambatan yang lebih tajam pada pembiayaan kendaraan roda empat baru," kata dia.
Di sisi lain, menurut Josua penjualan mobil bekas justru naik pada 2024 dan terus berlanjut selama 2025.
Ia turut menyoroti tren penjualan mobil elektrifikasi, khususnya mobil listrik berbasis baterai Tanah Air yang mengalami kenaikkan pada 2025. Lonjakan tersebut diklaim membantu pasar mobil baru, terutama pada kuartal keempat tahun kemarin.
"Penjualan cenderung membaik, terutama didorong oleh penjualan BEV," ucap dia.
Masih dalam data Gaikindo, penjualan mobil listrik Indonesia sepanjang 2025 naik signifikan menembus angka 103.931 unit. Hasil ini membuat mobil listrik memberi kontribusi lebih dari 12 persen untuk wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer secara nasional.
Kenaikan permintaan mobil listrik pada 2025 melonjak 141 persen, di mana pada 2024 wholesales hanya 43.188 unit.
Sementara itu, wholesales mobil elektrifikasi jenis hybrid hanya naik 10 persen pada 2025 menjadi 65.943 unit, sedangkan Plug In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) tumbuh 3.775 persen menjadi 5.270 unit.
(ryh/fea)[Gambas:Video CNN]

