Penjualan Mobil Daihatsu Kecipratan Proyek MBG

CNN Indonesia
Senin, 16 Feb 2026 05:00 WIB
Menurut Astra Daihatsu Motor, proyek MBG mendorong penjualan pikap Gran Max.
Menurut Astra Daihatsu Motor, proyek MBG mendorong penjualan pikap Gran Max. (CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penjualan kendaraan komersial ringan Astra Daihatsu Motor (ADM) ikut terdongkrak sejumlah faktor eksternal, mulai dari ekspansi bisnis logistik e-commerce, hingga belanja pemerintah. Salah satu yang disebut memberi dampak adalah proyek Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi tadi sudah dijelaskan ya ada dua market di komersial yang tumbuh Itu pick up medium dan pick up low, tapi ternyata semi komersialnya juga naik," kata Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Corporate Communication ADM di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia salah satu pendorong utama datang dari bisnis logistik yang pesar berkembang seiring pertumbuhan bisnis online atau e-commerce. Mereka dikatakan banyak belanja kendaraan untuk kebutuhan armada distribusi.

Selain itu, pembangunan infrastruktur di berbagai daerah turut memicu permintaan kendaraan niaga ringan. Faktor lain yang turut menopang adalah belanja pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, Agung mengakui proyek MBG memberi dampak positif terhadap perusahaan, meski ia tak mengurai data secara pasti.

Berdasarkan data, mobil komersial ringan Gran Max pikap dan blind van menjadi kontributor utama dalam penjualan Daihatsu selama 2025. Pangsa pasar dikatakan mencapai 65 persen dengan penjualan retail 61 ribuan unit.

"Perlu kami sampaikan ada," ucapnya.

Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (AI DSO) Tri Mulyono mengatakan data atas dampak kehadiran proyek MBG terhadap penjualan Daihatsu tak bisa diuraikan lebih lanjut, disebabkan beberapa hal.

Ia menjelaskan pembelian kendaraan yang diduga terkait MBG umumnya menggunakan nama pribadi, bukan atas nama institusi atau proyek tertentu.

Hal itu membuat perusahaan tidak dapat mengidentifikasi secara spesifik berapa unit yang benar-benar digunakan untuk proyek tersebut.

Lalu, sebagian konsumen ada yang membeli model pikap kemudian memasang karoseri atau modifikasi menjadi mobil box di luar jaringan pabrikan.

"Sehingga kami sebenarnya tidak bisa mengidentifikasi apakah ini digunakannya untuk apa, karena kan namanya tidak spesifik dengan naming tertentu gitu, dengan nama pribadi," ungkap Tri.

"Kalau terdampak iya, tetapi kalau berapa besar rasanya memang tidak bisa sampai ke sana," kata Tri menambahkan.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]