Pemerintah Kejar Pemilik Usaha dan Sopir Operasikan Truk ODOL di 2027

CNN Indonesia
Senin, 16 Feb 2026 15:20 WIB
Kebijakan zero kendaraan over dimension over loading (ODOL) atau truk kelebihan muatan siap diterapkan pada 2027.
Kebijakan zero kendaraan over dimension over loading (ODOL) atau truk kelebihan muatan siap diterapkan pada 2027. ANTARA/Heru Suyitno
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan kebijakan zero kendaraan over dimension over loading (ODOL) atau truk kelebihan muatan siap diterapkan pada 2027.

Nantinya, target pemerintah tak melulu menjerat sopir, melainkan dalang utama dari polemik ini yaitu pemilik usaha.

Agus menilai selama ini sopir ibarat menjadi 'kambing hitam', sebab mereka hanya menjalankan tugas dari pemilik usaha atau armada. Ia menegaskan pemilik usaha wajib bertanggungjawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan harapan nanti para owner bertanggung jawab. Jadi kami tidak hanya mengejar pengemudi, karena pengemudi hanya menjalankan tugas," kata AHY ditemui di Kemayoran, Jakarta Pusat, akhir pekan kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi pemilik kendaraan itu yang melakukan modifikasi jadi lebih dimensi atau muatan begitu besar dan berat itu sangat membahayakan," ungkapnya kemudian.

Ia melanjutkan persiapan untuk mengimplementasikan kebijakan zero ODOL telah rampung dengan dukungan banyak pihak, termasuk sejumlah kementerian serta lembaga lainnya. Harapannya ketentuan ini berlaku efektif 2027.

"Kami sudah lewati sejumlah tahapan, kami libatkan semua stakeholder pemerintahan, berbagai kementerian lembaga termasuk juga polri dan pemda agar membangun awareness, mengedukasi, sosialisasi sekaligus pembinaan," kata dia.

Bagi dia kebijakan ini penting untuk dilanjutkan karena dampaknya tak hanya pada keselamatan nyawa pengguna jalan, tetapi juga kerusakan infrastruktur.

"Kami mencegah kecelakaan apalagi korban jiwa, yang kedua kami mencegah kerusakan jalan yang parah. Akibat kendaraan odol itu
jadi yang masa pakai belasan tahun jadi cuma 3-5 tahun. Ini perlu kami cegah," ucapnya.

"Ya kami harus bergerak terus. Kamu senang dapat dukungan dari kementerian industri, perdagangan, kemudian tentunya stake holder lain. Kami juga lakukan studi. Semua berupaya memberi kontribusi. Ya kami ingin hadirkan lalu lintas aman untuk semua dengan mengurangi kendaraan tersebut," lanjut AHY.

(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]