Diminta Setop Impor Pikap India, Agrinas Sebut Bakal Nurut

CNN Indonesia
Selasa, 24 Feb 2026 17:00 WIB
Agrinas Pangan Nusantara mengatakan bakal mengikuti arahan DPR dan pemerintah soal impor pikap India untuk Kopdes.
Agrinas Pangan Nusantara mengatakan bakal mengikuti arahan DPR dan pemerintah soal impor pikap India untuk Kopdes. (Mahindra Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan siap mengikuti pesan DPR menunda impor pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih. ‎

"Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut. Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat," kata Joao melansir Antara, Selasa (24/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesan itu sebelumnya disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang meminta pemerintah untuk menunda impor 105 ribu kendaraan dari India ke Indonesia untuk kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menurut Dasco pesan telah disampaikan kepada pemerintah agar proses impor tidak dilanjutkan sebelum ada pembahasan lebih lanjut di tingkat kepala negara, mengingat Presiden Prabowo Subianto masih berada di luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri," ujar Dasco di gedung parlemen, Jakarta, Senin (23/2).

Kata dia rencana impor ini akan harus dibahas Prabowo dengan para menterinya usai kembali ke Indonesia. Pembahasan itu dinilai penting agar kebijakan yang diambil benar-benar menyelesaikan polemik.

Pembelian ratusan ribu unit kendaraan komersial dengan cara impor utuh dari India telah dilakukan PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas), salah satu BUMN yang bersinergi dengan proyek Koperasi Merah Putih.

Agrinas melakukan pengadaan tersebut dengan melibatkan dua merek otomotif ternama asal India yaitu Mahindra & Mahindra (Mahindra) dan Tata Motors.

Nilai pengadaan ini mencapai Rp24,66 triliun untuk 35 ribu pikap 4x4 Mahindra Scorpio serta 35.000 pikap 4x4 Yodha dan 35 ribu unit truk roda enam Ultra T.7 dari Tata.

Kebijakan ini langsung menuai polemik terutama dari kalangan produsen otomotif dalam negeri yang merasa mampu mengakomodasi permintaan tersebut, namun perusahaan pelat merah justru memilih impor dari luar negeri.

Joao juga menyampaikan 200 pikap impor India sudah masuk Indonesia dan bakal didistribusikan ke Kopdes.

"Sekarang sudah tiba, sudah kita distribusikan juga sebanyak 200, kemudian minggu depan akan tiba lagi 400. Dan sampai akhir bulan ini akan tiba 1.000 unit. Kita akan terus segera langsung kita distribusikan ke tempat-tempat yang sudah siap maupun ke tempat-tempat yang belum siap," ucap Joao melansir CNBC Indonesia.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]