Ojek Hingga Angkot di Jawa Barat Dapat Libur Lebaran 1 Pekan

CNN Indonesia
Senin, 09 Mar 2026 17:30 WIB
Pemprov Jabar meliburkan pengemudi transportasi tradisional ojek, angkot, andong dan becak di jalur mudik selama Lebaran. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengambil kebijakan khusus meliburkan pengemudi transportasi tradisional seperti tukang ojek, sopir angkutan kota (angkot), kusir andong, hingga tukang becak yang beroperasi di jalur lintasan mudik. Mereka dipastikan tak beroperasi selama satu pekan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kebijakan ini sebagai bagian dari upaya memberi kesempatan bagi para pekerja transportasi informal menikmati momen Lebaran bersama keluarga.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil kebijakan untuk meliburkan tukang ojek, sopir angkot, andong, dan becak yang berada di jalur lintasan mudik. Liburnya selama satu minggu sehingga pada saat mudik mereka bisa tinggal di rumah bersama keluarganya," ujar Dedi dalam video yang diunggah di akun tiktoknya, melansir Bapenda Jabar, Senin (9/3).

Tidak hanya diliburkan, para pekerja tersebut juga akan mendapat uang pengganti selama satu pekan meski tidak bekerja selama periode tersebut.

Selain jalur mudik utama, Pemprov Jawa Barat juga menerapkan kebijakan berbeda untuk kawasan wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung setelah Lebaran.

Untuk jalur wisata seperti Bandung-Lembang serta kawasan Puncak, para pengemudi transportasi tradisional akan diliburkan selama satu minggu setelah Lebaran. Kebijakan ini diambil karena kawasan itu umumnya mengalami peningkatan aktivitas wisata pasca-Lebaran yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang sudah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) agar tidak langsung menghabiskan uangnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang belum menerima THR untuk bersabar, sementara bagi yang tidak mendapatkannya diminta tetap bersikap bijak dalam menyikapi kondisi tersebut.

"Yang sudah menerima THR semoga makin ceria, tapi jangan langsung dihabiskan karena Lebaran masih panjang. Yang belum menerima sabar dulu, nanti juga pasti menerima," ujarnya.

Dedi turut mengajak masyarakat untuk tetap semangat menjalani aktivitas, baik yang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak. Menurutnya, momen Lebaran merupakan waktu kebersamaan yang bisa dirasakan semua masyarakat.

"Bagaimanapun yang puasa dan yang tidak puasa, Lebaran sama-sama akan merayakannya," kata Dedi.

(ryh/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK