Update Pabrik BYD di Subang: Kami Ingin Cepat 'Made in Indonesia'
BYD mengungkap kabar terbaru terkait kelanjutan pabrik perakitan yang tengah dibangun di Indonesia. Menurut mereka kesiapan pabrik telah memasuki tahap akhir.
Eagle Zhao, Presiden BYD Motor Indonesia, menyampaikan sejak akhir 2025 pihaknya telah mengantongi sertifikasi yang disebutnya penting dari pemerintah. Lalu pada awal tahun ini mereka juga telah melakukan uji coba produksi agar produk yang dihasilkan sesuai standarisasi BYD secara global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di akhir 2025 kami sudah dapat sertifikasi yang memang penting dari pemerintah. Mulai dari kuartal pertama ini kami bisa melakukan serangkaian testing dan penyelarasan produksi," kata Eagle di Jakarta, Senin (9/3).
"Tujuannya agar setiap model yang diproduksi sesuai standar global," ucapnya menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan pabrik juga diklaim telah memasuki tahap persiapan akhir, baik secara teknis dan jalur produksi. Eagle berharap akan ada lebih banyak mobil BYD yang diproduksi di Tanah Air.
"Kami juga berharap lebih banyak volume yang akan keluar dari pabrik lokal kami," kata dia.
Namun, Eagle sejauh ini belum dapat memastikan kapan 'kick off' produksi dimulai. Ia meminta publik bersabar sembari menunggu pengumuman lanjutan.
"Jadi secara internal kami ingin cepat mengeluarkan produk made in Indonesia. Di mana sejalan dengan komitmen. Kalau ada informasi akan kami infokan. BYD gak akan mengecewakan, yang pasti akan diumumkan," katanya.
Pabrik yang dibangun berlokasi di Subang, Jawa Barat dengan nilai investasi Rp11,2 triliun. Kapasitas produksi pabrik ini mencapai 150 ribu unit setahun.
Sebelumnya BYD sempat sesumbar akan memulai produksi pada kuartal pertama 2026.
(ryh/fea)[Gambas:Video CNN]

