TIPS OTOMOTIF

Cara Mengemudi Agar Tetap Fokus Saat Perjalanan Mudik

CNN Indonesia
Selasa, 17 Mar 2026 09:00 WIB
Perjalanan mudik saat menjalani puasa menuntut kondisi fisik dan konsentrasi pengemudi agar tetap prima.
Perjalanan mudik saat menjalani puasa menuntut kondisi fisik dan konsentrasi pengemudi agar tetap prima. ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Perjalanan mudik saat menjalani puasa menuntut kondisi fisik dan konsentrasi pengemudi agar tetap prima. Hal ini disebabkan oleh perubahan pola makan akibat berpuasa, sementara kita dituntut untuk tetap fokus selama mengemudi di perjalanan.

Agar perjalanan tetap aman, pengemudi perlu menjaga kondisi tubuh sekaligus menerapkan cara berkendara yang tepat. Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan.

1. Penuhi kebutuhan gizi saat sahur

Sahur menjadi kunci utama menjaga stamina selama puasa. Pengemudi disarankan tidak melewatkan sahur dan memastikan asupan nutrisi terpenuhi, terutama jika akan berkendara dalam waktu lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsumsi makanan bergizi seimbang serta cukup minum air saat sahur agar tubuh tidak cepat lemas. Minuman isotonik juga bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga cairan tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Hindari berkendara dengan kecepatan tinggi

Mengemudi saat puasa sebaiknya dilakukan dengan lebih tenang. Hindari memacu kendaraan terlalu kencang dan selalu jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

Idealnya, jarak aman minimal tiga detik dari kendaraan di depan agar pengemudi punya waktu reaksi cukup saat terjadi pengereman mendadak atau situasi darurat.

3. Pastikan waktu istirahat cukup

Kurang tidur sering terjadi saat Ramadan karena waktu istirahat terpotong sahur. Padahal, orang dewasa idealnya membutuhkan waktu tidur sekitar 6-8 jam per hari.

Jika mulai mengantuk saat perjalanan, sempatkan beristirahat. Biasakan mengemudi selama dua jam lalu istirahat sekitar 15 menit saat berpuasa, ini dipercaya dapat membantu memulihkan stamina dan meningkatkan konsentrasi sebelum melanjutkan perjalanan.

4. Tetap sabar di tengah lalu lintas padat

Arus kendaraan saat Ramadan, terutama menjelang berbuka, biasanya lebih padat dari hari biasa. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko kecelakaan karena banyak pengendara terburu-buru.

Pengemudi disarankan tetap sabar, tidak melakukan manuver mendadak, serta menghindari pengereman atau menyalip secara agresif. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama dua hingga tiga jam sebelum waktu berbuka, yang kerap menjadi jam rawan kecelakaan.

5. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima

Selain kondisi pengemudi, kendaraan juga harus dipastikan dalam keadaan baik sebelum dipakai mudik. Lakukan pemeriksaan rutin seperti oli, rem, ban, hingga sistem pendingin mesin.

Kemacetan panjang, terutama menjelang sore, membuat mesin bekerja lebih berat dan berpotensi mengalami kenaikan suhu. Kendaraan yang terawat membantu pengemudi tetap tenang dan fokus selama perjalanan, demikian melansir situs resmi Mitsubishi Indonesia.

(ryh/mik) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]