TIPS OTOMOTIF

Cara Nyetir Ikut Arus One Way Mudik Biar Tak Kagok

CNN Indonesia
Jumat, 20 Mar 2026 14:10 WIB
Saat Anda melalui jalur one way mudik, posisinya jadi terbalik seperti 'menyetir mobil setir kiri'. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polri memberlakukan sistem one way sebagai antisipasi lonjakan volume kendaraan di ruas tol Trans Jawa sejak (17/3). One way ini diberlakukan untuk ruas tol tertentu, sebelum diberlakukan secara nasional pada puncak arus mudik 2026.

One way merupakan sistem satu arah yang lumrah digunakan kepolisian buat mengantisipasi kepadatan arus kendaraan semasa mudik. Namun sistem tersebut biasanya diterapkan pada jam tertentu atas diskresi kepolisian di jalur bebas hambatan dan sifatnya situasional, tergantung volume kendaraan.

Menyikapi sistem one way pada jalan bebas hambatan kala mudik tersebut, Sony Suasana,Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) pernah menyatakan bahwa pengemudi disarankan tidak terburu-buru saat berkendara di sistem jalan satu arah tersebut.

Ada baiknya pengemudi bergerak perlahan dengan membiasakan diri, apalagi jalur yang dilalui merupakan dari arah sebaliknya yang berpotensi menimbulkan kebingungan sejumlah pengemudi.

"Kelihatan simpel tapi itu seperti kita disuguhi mobil setir kiri. Ada kagok. Maka, biasakan diri dulu, terus jika sudah terbiasa baru bisa tambah kecepatan," kata Sony.

Sebelum memasuki zona satu arah, ia bilang pemudik harus mempersiapkan perjalanannya dengan mempelajari rute yang bakal ditempuh agar perjalanan mudik tidak terasa melelahkan.

"Pelajari di mana keluarnya, terus di KM berapa saja tempat istirahatnya. Makanya perjalanan harus sangat matang," ucap dia.

Sementara itu Pengamat Keselamatan dari Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menyarankan meski satu arah, sebaiknya pengemudi tetap menggunakan jalur normal.

Dia mengatakan pengemudi harus mewaspadai penumpukan rest area pada jalan tol baik pada sisi kanan dan kiri jalan sehingga berpotensi memperlambat laju kendaraan dan menimbulkan kemacetan.

"Jadi ada kemungkinan terjadi hambatan kecepatan," ujar Jusri.

Jusri mengimbau kepada seluruh pemudik pengguna jalur satu arah di Tol Trans Jawa untuk mengurangi kecepatan. Laju kendaraan disarankan 20 km per jam lebih lambat dari kecepatan ideal pada rambu.

"Misalnya yang di kiri (jalur normal) 100 km per jam, di kanan cukup 80 km per jam," kata Jusri.

Selain hal-hal di atas pengemudi yang ikut arus one way juga mesti memperhitungkan kondisi jalan yang dilalui. Saat Anda menggunakan jalur tol dari arah sebaliknya, jalur paling kanan aslinya adalah bahu jalan.

Di sebelah bahu jalan itu adalah jalur lambat yang biasanya dilalui kendaraan besar sehingga ada potensi permukaannya bergelombang atau rusak. Menyalip kendaraan lain menggunakan jalur ini bisa jadi lebih sulit dan berbahaya karena hal itu.

One way mudik 2026

Sistem satu arah untuk arus mudik berlaku di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang-Solo.

- Selasa, 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB sampai Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB

Selama periode ini, seluruh pintu masuk menuju arah Jakarta ditutup. Kendaraan dari Tol Cisumdawu yang akan menuju Jakarta melalui Tol Cipali dialihkan keluar melalui Gerbang Tol (GT) Cimalaka dan GT Cisumdawu Jaya.

Penutupan dan pembersihan jalur

Sebelum penerapan one way, dilakukan penutupan jalan masuk dan pembersihan jalur dari KM 421 Tol Semarang-Solo hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek, pada:

- Selasa, 17 Maret 2026 pukul 10.00-12.00 WIB

Normalisasi arus mudik

Normalisasi dan pembukaan kembali jalan masuk dilakukan dari KM 421B hingga KM 70B pada:

- Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 00.00-02.00 WIB

One way arus balik Lebaran 2026

Untuk arus balik, sistem satu arah diberlakukan dari KM 421 Tol Semarang-Solo hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek, pada:

- Senin, 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB sampai Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB

Seluruh pintu masuk menuju arah Semarang ditutup selama periode ini. Kendaraan dari Tol Cisumdawu menuju Semarang melalui Tol Cipali juga dialihkan melalui GT Cimalaka dan GT Cisumdawu Jaya.

Penutupan awal arus balik:

Senin, 23 Maret 2026 pukul 10.00-12.00 WIB

Normalisasi Arus Balik (KM 421B hingga KM 70B):

Senin, 30 Maret 2026 pukul 00.00-02.00 WIB

Penerapan one way lokal dari GT Kalikangkung hingga Boyolali dapat diberlakukan sesuai diskresi kepolisian jika terjadi kepadatan.

(ryh/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK