Rapor Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid di Tengah Isu Harga BBM Naik
Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali mencuat di tengah konflik Timur Tengah. Di tengah situasi tersebut, tren pergeseran pasar ke mobil listrik dan hybrid diprediksi bakal ikut terdampak.
Penjualan mobil elektrifikasi di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukkan geliat positif. Hal ini didukung beberapa faktor, utamanya harga makin terjangkau dan pilihan produk semakin beragam.
Memasuki 2026, penjualan mobil listrik tetap mengalami pertumbuhan. Misalnya Januari, wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer berjumlah 10.236, lalu naik pada Februari menjadi 12.272 unit. Namun kenaikan permintaan tak hanya terjadi pada segmen mobil listrik berbasis baterai.
Mobil elektrifikasi lain seperti hybrid juga mengalami hal yang sama, meski secara volume berada di bawah.
Distribusi ke dealer mobil hybrid Januari 4.195 unit, sedangkan Februari 5.798 unit. Kemudian distribusi mobil PHEV pada Januari 502, sementara Februari 651 unit.
Sementara itu bila dibandingkan dengan perolehan distribusi mobil elektrifikasi selama dua bulan pada tahun kemarin, pencapaian Januari-Februari tahun ini bisa dibilang cukup signifikan.
Untuk mobil hybrid perolehan distribusi selama dua bulan tahun ini dibanding periode yang sama tahun kemarin naik 13,2 persen menjadi 9.993 unit, kemudian mobil PHEV pertumbuhannya mencapai 3.393,9 persen menjadi 1.153 unit, lalu mobil listrik naik 189,2 persen menjadi 22.508 unit.
Pemerintah telah memberikan sinyal akan menaikkan harga BBM, merespons konflik global yang membuat harga minyak dunia melonjak. Kini, harga minyak global tercatat menyentuh kisaran US$115 per barel.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keputusan akhir mengenai kebijakan BBM akan ditentukan oleh presiden dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat secara menyeluruh.
"Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya. Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," Bahlil dalam keterangan pers di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (30/3), waktu Jepang.
(ryh/mik)