Insentif Rp5 Juta Dapat Restu Prabowo dengan Syarat

CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2026 12:30 WIB
Menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Presiden Prabowo Subianto sudah merestui insentif Rp5 juta motor listrik tapi dijalankan jika ada anggaran.
Menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Presiden Prabowo Subianto sudah merestui insentif Rp5 juta motor listrik tapi dijalankan jika ada anggaran. (CNNIndonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan usulan insentif anyar untuk motor listrik telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah membuka peluang realisasi kebijakan, sepanjang anggaran tersedia.

"Saya juga minta tanggapan Pak Presiden, beliau sudah memberi petunjuk, jalankan kalau anggarannya ada," ucap Purbaya pekan kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia bilang rencana insentif ini masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.

Terkait besaran bantuan pembelian Rp5 juta per unit untuk motor listrik baru, ia menegaskan angka itu belum final dan masih berupa usulan awal yang akan dimatangkan pada tingkat lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Subsidi mungkin Rp5 juta per motor. Yang jelas saya mesti diskusi dulu dengan Menteri Perindustrian dan Pak Menko (Airlangga) dan kami laporkan lagi ke Presiden sesuai dengan petunjuk pada waktu itu," kata dia.

Di sisi lain, produsen dengan tegas meminta kejelasan pemerintah terkait wacana insentif Rp5 juta per unit.

Asosiasi Industri Sepeda motor Listrik Indonesia (Aismoli) menilai sinyal yang belum pasti soal insentif berpotensi menahan minat beli masyarakat.

Kondisi ini dikhawatirkan mengulang pola serupa pada 2025 ketika konsumen memilih menunda pembelian karena menanti pemberian insentif dari pemerintah yang akhirnya tak pernah datang.

"Ya itu yang tidak kita harapkan (regulasi menggantung penjualan jadi tertekan)," kata Sekretaris Jenderal Aismoli Hanggoro Ananta melalui pesan singkat, Senin (27/4).

Ia meminta pemerintah bergerak cepat memfinalisasi aturan jika benar akan memberi insentif kepada calon pembeli motor listrik baru di Tanah Air.

"Maka sebaiknya pemerintah segera sampaikan finalnya seperti apa insentif dan mekanismenya," kata Hanggoro.

"Agar semua tidak menunggu-nunggu yang bisa mengakibatkan hold buying lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini mesti kita hindari," ujar Hanggoro lagi.

Insentif motor listrik pernah diberikan pemerintah pada 2023, yaitu Rp7 juta untuk pembelian satu unit per KTP. Insentif lalu berlanjut ke 2024 tetapi kuotanya dipangkas menjadi hanya 60 ribu unit lantaran sepi peminat.

Kuota pada 2024 kemudian habis pada September. Sempat ada rencana insentif akan kembali diberikan, namun hingga tahun berganti, tak kunjung terealisasi.

Perusahaan menyebut pemerintah tak memberi kepastian, bahkan terkesan menggantung keputusan apakah akan melanjutkan insentif atau tidak kala itu. Hasilnya, penjualan motor listrik dikatakan terjun bebas.

(ryh/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]