Polisi Dalami Soal Medan Magnet di Kecelakaan Taksi Listrik dan Kereta

CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 05:00 WIB
Kepolisian dan KNKT mendalami kemungkinan gangguan medan magnet di kecelakaan kereta dan taksi listrik yang menewaskan 16 orang.
Kepolisian dan KNKT mendalami kemungkinan gangguan medan magnet di kecelakaan kereta dan taksi listrik yang menewaskan 16 orang. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya mengatakan masih mendalami kemungkinan adanya gangguan medan magnet hingga menyebabkan taksi listrik Green SM mogok di tengah rel tepat di perlintasan sebidang kereta. Taksi itu menyebabkan dua kecelakaan kereta yang menewaskan 16 orang dan membuat 90 lainnya luka-luka.

"Ini masih didalami, apakah ini dampak pengaruh dari medan magnet, medan listrik terhadap kendaraan mobil taksi online. Ini masih didalami oleh Puslabfor, begitu juga masih didalami oleh KNKT secara paralel. Tim ini masih bekerja untuk mendalami," Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Jakarta, Jumat (8/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menjelaskan taksi itu mengalami mati dan sopir yang ingin keluar tak bisa membuka pintu. Lalu dikatakan juga posisi transmisi kendaraan pindah ke 'P' alias parkir.

"Pada saat yang bersangkutan mencoba untuk mematikan kendaraan, membuka, baru bisa menurunkan kaca mobil dari taksi online. Sehingga sopir ini bisa keluar [dari kaca], selamat dari kendaraan itu dibantu oleh warga sekitar melalui jendela mobil bagian sopir," katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi mengatakan penyebab taksi listrik itu mati mendadak masih didalami.

Sang sopir taksi listrik, berinisial RRP, ternyata baru bekerja selama tiga hari sebelum kecelakaan.

Peneliti senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi membenarkan mobil listrik memang rentan bermasalah saat melalui perlintasan kereta karena dapat terpengaruh medan magnet yang kuat dari rel kereta.

"Sistem kontrol atau sensornya bisa terpengaruh atau terganggu oleh medan magnet kuat akibat adanya arus listrik kereta yang lintasannya juga mengalir di jalur aliran atas serta relnya," kata Agus melalui pesan singkat, Rabu (29/4).

Agus memaparkan mobil listrik maupun konvensional menggunakan sistem berbasis elektronik PCU (Power Control Unit)/VCU (Vehicle Control Unit)/ECU (Engine Control Unit).

Oleh sebab itu untuk mobil listrik di UNR 100 dan motor listrik UNR 136, kini terdapat pengujian terkait EMC untuk sistem kontrolnya (Electro Magnetic Compatibility) supaya sistem kontrolnya tidak mengganggu maupun terganggu oleh medan elektromagnetik pada ambang kondisi tertentu yang dipersyaratkan.

Kronologi

Taksi Green SM yang mogok di perlintasan sebidang dihantam oleh KRL yang melintas pada Senin (27/4) malam. Insiden ini menyebabkan KRL lain tujuan Cikarang berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur.

Lantas KRL itu ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek hingga menyebabkan gerbong belakang khusus wanita ringsek dan merenggut belasan nyawa.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]