Pabrik BYD di RI Segera Rampung, Model Apa yang Bakal Dirakit Lokal?

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 19:55 WIB
Ilustrasi. BYD Indonesia hampir rampung membangun pabrik di Subang untuk merakit kendaraan. Model Atto 1 dan M6 berpotensi jadi prioritas produksi lokal. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

BYD Indonesia mengungkap pembangunan pabrik perakitan kendaraan mereka di Subang, Jawa Barat, sudah memasuki tahap akhir. Sejumlah mobil BYD nantinya bakal dirakit di fasilitas tersebut, meski identitasnya masih dirahasiakan.

Ditanya mengenai hal tersebut, Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia Luther Pandjaitan, tetap menutup rapat informasi tersebut.

Luther hanya memberi sinyal terkait model yang memiliki permintaan terbesar di pasar Indonesia berpotensi diprioritaskan untuk masuk tahap produksi lokal.

"Secara prinsip, manufaktur akan menyesuaikan dengan market yang paling dominan dan signifikan. Saat ini, Atto 1 dan M6 memang menjadi line-up yang paling diminati masyarakat Indonesia," kata Luther di Bogor, Jawa Barat belum lama ini.

Pernyataan itu membuka peluang BYD untuk memprioritaskan Atto 1 dan M6 sebagai model pertama yang dirakit di Indonesia, karena keduanya menjadi tulang punggung penjualan BYD untuk pasar nasional.

Ia melanjutkan proses pembangunan pabrik telah memasuki tahap akhir. Lalu tahap finalisasi itu dilakukan secara ketat agar kualitas kendaraan yang diproduksi tetap sesuai standar global BYD.

"Finalisasi ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Kami harus memastikan setiap produk yang dihasilkan sesuai dengan standar dan kualitas BYD," kata Luther.

Meski belum mengungkap jadwal operasional secara rinci, Luther menegaskan ingin segera memulai produksi lokal di Indonesia. "Tetapi secara prinsip, kami tentu ingin secepat mungkin," ujarnya.

BYD sendiri menargetkan kapasitas produksi pabrik Subang mencapai 150 ribu unit per tahun. Sedangkan model yang telah dijual di Indonesia di antaranya Dolphin, Atto 3, Seal, Sealion, M6 hingga Atto 1.

Fasilitas tersebut ditargetkan segera beroperasi dan diklaim mampu menyerap hingga 3 ribu tenaga kerja.

(ryh/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK