Impor CBU EV China Bikin Boncos, Pemain Lokal Thailand Merongrong
Koalisi lebih dari 10 asosiasi otomotif di Thailand yang mewakili lebih dari 1.500 pelaku industri tengah melobi pemerintah agar mengerek pajak kendaraan listrik (EV) impor alias CBU demi melindungi ekosistem lokal di Negeri Gajah Putih.
Mengutip laporan The Nation, Electric Vehicle Association of Thailand (EVAT), Thai Auto-Parts Manufacturers Association (TAPMA), dan sejumlah kelompok industri lainnya telah mengajukan proposal darurat kepada pemerintah pada 14 Mei.
Mereka meminta kenaikan pajak cukai EV CBU menjadi minimal 32 persen sebagai bagian dari langkah menstabilkan industri otomotif dan komponen Thailand.
Koalisi lalu memperingatkan jika industri otomotif Thailand menghadapi 'krisis paling serius' seiring transisi negara tersebut menuju kendaraan listrik.
Mereka menilai peralihan terlalu cepat ke EV, ditambah keunggulan biaya mobil impor CBU dari China, bisa melemahkan produksi lokal secara signifikan dan mengancam kelangsungan hidup produsen komponen Thailand.
Mereka menambahkan kini biaya memproduksi kendaraan di Thailand sekitar 30-40 persen lebih mahal dibanding mengimpor mobil serupa dari China. Kondisi ini membuat produsen lokal dan pemasok komponen berada dalam posisi kurang menguntungkan.
Koalisi meminta pajak cukai EV CBU dinaikkan setidaknya menjadi 32 persen, sehingga tercipta selisih 30 poin persentase dibanding EV produksi lokal yang saat ini hanya dikenakan pajak cukai 2 persen.
Kelompok itu beralasan kenaikan pajak bakal membantu menutup kesenjangan biaya antara EV CKD dan CBU, sekaligus mendorong produsen otomotif tetap berinvestasi.
Dorongan agar pemerintah menerapkan kebijakan pengganti yang lebih kuat muncul di tengah kekhawatiran jika pabrikan China akan kembali mengimpor EV CBU ketimbang melanjutkan produksi di Thailand.
Koalisi tersebut mengusulkan insentif berupa sistem kuota impor yang dikaitkan langsung dengan produksi lokal. Dalam proposal itu perusahaan yang benar-benar berinvestasi pada produksi kendaraan di Thailand tetap diperbolehkan mengimpor EV CBU dengan tarif cukai rendah, yakni 10 persen.
Namun kuota impor tersebut dibatasi maksimal 10 persen dari total volume produksi masing-masing perusahaan.
Selain itu, kelompok ini juga meminta penerapan aturan kandungan lokal sebesar 80 persen.
Mereka menginginkan metode perhitungan baru untuk menutup celah aturan, seraya menilai sistem saat ini perlu diperketat agar keuntungan perusahaan atau biaya tenaga kerja tidak dihitung dengan cara yang "melemahkan dukungan terhadap produsen komponen Thailand".
Kini keputusan berada di tangan pemerintah Thailand dengan mempertimbangkan promosi kendaraan listrik atau industri manufaktur domestik, lapangan kerja, dan rantai pasok komponen otomotif yang sudah lama dibangun negara tersebut.
(ryh/fea)