EDUKASI DAN FITUR

Uji Emisi Bikin Bensin Mobil Makin Irit?

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 10:36 WIB
Hasil uji emisi bisa menunjukkan kondisi kesehatan mesin, termasuk apakah proses pembakaran sudah berjalan optimal atau belum. Jika pembakaran tidak sempurna, konsumsi BBM berpotensi menjadi lebih boros. Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Uji emisi tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan lingkungan, tetapi juga disebut dapat menjadi indikator efisiensi konsumsi bahan bakar kendaraan.

Hasil uji emisi bisa menunjukkan kondisi kesehatan mesin, termasuk apakah proses pembakaran sudah berjalan optimal atau belum. Jika pembakaran tidak sempurna, konsumsi BBM berpotensi menjadi lebih boros.

"Jika kandungan gas buang melebihi ambang batas yang ditetapkan, merupakan indikator ada komponen mesin yang bermasalah dan harus dicarikan solusinya, seperti mengatur setelan mesin atau mengganti komponen dengan yang baru agar sehat kembali," kata Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5).

Menurut dia meski tidak ditemukan kerusakan, uji emisi tetap penting untuk memastikan mesin bekerja dalam kondisi terbaik sehingga efisiensi bahan bakar dapat terjaga.

"Meskipun tidak ada kerusakan, tahapan uji emisi memastikan mesin selalu dalam kondisi prima guna mencapai tingkat efisiensi terbaik. Uji emisi bisa mengetahui apakah kandungan udara dan bahan bakar yang dimanfaatkan sudah sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan mesin agar dapat bekerja optimal," ujarnya.

Ia menambahkan mesin yang bekerja optimal akan membantu menekan konsumsi bahan bakar karena pembakaran berlangsung lebih efisien.

"Dengan mengetahui kinerja terbaik mesin, akan didapatkan efisiensi bahan bakar yang tinggi dan menguntungkan lantaran mesin tidak haus bensin," kata Nur.

Mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama, kendaraan bensin produksi 2007 ke atas memiliki batas emisi karbon monoksida (CO) maksimal 1,5 persen volume dan hidrokarbon (HC) maksimal 200 ppm volume saat uji idle.

Lihat Juga :

Sementara itu terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar kendaraan dapat lolos uji emisi sekaligus menjaga efisiensi BBM.

1. Saluran masuk bahan bakar dan filter udara harus dalam keadaan bersih karena akan berpengaruh pada angka HC. Komponen yang kotor dapat menghambat aliran udara masuk ke ruang mesin dimana angka HC bisa semakin tinggi karena pasokan udara yang kurang saat proses pembakaran.

2. Jangan lupa pula untuk memastikan koil dan busi selalu dalam kondisi prima ketika uji emisi sehingga proses pembakaran tidak bermasalah.

3. Pastikan oli bekerja maksimal. Ingat, oli yang ikut terbakar akan meningkatkan angka CO, termasuk pula membebani kerja mesin sehingga emisi gas buangnya sulit dikendalikan.

4. Sensor oksigen harus dalam kondisi bersih dan tidak rusak mengingat tugasnya sangat krusial untuk menciptakan pembakaran sempurna. Termasuk juga memperhatikan kondisi catalytic converter di knalpot mobil yang bertugas untuk mengubah emisi gas buang beracun menjadi udara bersih.

5. Tidak kalah penting adalah biarkan mesin dalam kondisi standar alias tidak dimodifikasi. Biasanya untuk membuat mobil lebih kencang, campuran BBM dan udara dibuat lebih banyak sehingga mengakibatkan gas buang lebih kotor.

6. Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan agar pembakaran di dalam ruang mesin bisa berlangsung lebih sempurna. Pembakaran yang sempurna bisa menekan angka CO karena minimnya endapan karbon di ruang bakar dari sisa pembakaran yang bermasalah.

(ryh/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK