Xpeng Terkena Imbas Permintaan Mobil Listrik yang Melambat di China

CNN Indonesia
Selasa, 02 Jun 2026 20:30 WIB
Produsen kendaraan listrik asal China, Xpeng memproyeksi jika pendapatan kuartal kedua 2026 akan berada di bawah ekspektasi. www.xpeng.com
Jakarta, CNN Indonesia --

Produsen kendaraan listrik asal China, Xpeng memproyeksi jika pendapatan kuartal kedua tahun ini akan berada di bawah ekspektasi. Kondisi ini memperjelas perlambatan permintaan serta ketatnya persaingan di pasar mobil listrik China.

Penjualan mobil domestik di China tercatat turun selama tujuh bulan berturut-turut hingga April. Estimasi industri juga menunjukkan penjualan kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid (PHEV) akan melambat pada 2026.

Meski demikian, produsen EV China dikatakan masih bertaruh pada teknologi bantuan mengemudi canggih (advanced driver-assistance systems/ADAS), kendaraan fitur melimpah, serta perluasan lini produk untuk menghadapi perlambatan pasar tersebut.

Xpeng pun mengumumkan hasil kinerja kuartal pertama, yakni:

- Xpeng memperkirakan total pendapatan kuartal kedua berada di kisaran 19,60 miliar yuan hingga 20,80 miliar yuan (sekitar US$2,89 miliar), atau tumbuh 7,3 perern hingga 13,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Proyeksi ini berada di bawah rata-rata estimasi analis sebesar 21,71 miliar yuan, berdasarkan data yang dihimpun LSEG.

- Pendapatan kuartal pertama yang berakhir pada Maret mencapai 13,03 miliar yuan, sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan analis sebesar 12,93 miliar yuan.

- Total pengiriman kendaraan pada kuartal pertama mencapai 62.682 unit, turun 33,3% dibandingkan 94.008 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Untuk kuartal yang berakhir Juni, Xpeng memperkirakan pengiriman kendaraan berada di kisaran 100.000 hingga 106.000 unit.

"Kami memulai momentum ini dengan peluncuran sukses model GX. Tahun ini Xpeng akan menghadirkan empat model baru, yang akan mendukung pertumbuhan penjualan yang kuat," kata CEO Xpeng, He Xiaopeng melansir Reuters, Selasa (2/6).

Saham Xpeng yang diperdagangkan di Amerika Serikat juga menyusut hampir 19 persen sepanjang tahun ini. Namun, saham tersebut naik tipis pada awal perdagangan setelah pengumuman kinerja perusahaan.

Xpeng juga melaporkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar 1,78 miliar yuan pada kuartal pertama. Angka ini lebih besar dibandingkan kerugian 664 juta yuan pada periode yang sama tahun lalu, serta berbalik dari laba 383,2 juta yuan yang dibukukan pada kuartal sebelumnya.

(ryh/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK