Harga Solar Naik Drastis, Penjualan Mobil Diesel Tersendat

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 17:38 WIB
Lonjakan harga bahan bakar minyak jenis solar nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite mulai memengaruhi ketertarikan konsumen pada mobil diesel.
Lonjakan harga bahan bakar minyak jenis solar nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite mulai memengaruhi ketertarikan konsumen pada mobil diesel. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta, CNN Indonesia --

Lonjakan harga bahan bakar minyak jenis solar nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite mulai memengaruhi ketertarikan konsumen pada mobil diesel.

Chief Executive Auto2000 Anton Jimmi Suwandy mengatakan dampak kenaikan harga solar nonsubsidi sudah terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Namun menurut dia, mayoritas konsumen tidak membatalkan pembelian, melainkan menunda atau beralih ke mobil lain yang lebih hemat bahan bakar.

Harga solar nonsubsidi naik signifikan pada April ke level Rp25 ribuan per liter, padahal sebelumnya di bawah Rp15 ribu per liter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, harga terbarh Pertamina Dex 24.800 atau turun setelah sempat naik Rp27.900, sedangkan Dexlite Rp23.000 dari Rp26.000.

"Kami mungkin bahasanya bukan dibilang cancel ya. Jadi ada customer yang ganti. Jadi awalnya SPK diesel ganti ke hybrid. Ada yang lumayan juga menunda," kata Anton di PIK, Kamis (4/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penundaan itu dikatakan sembari menunggu situasi agar harga BBM lebih stabil. Bagi Anton karakter konsumen kendaraan diesel berbeda dengan mobil bensin. Mereka umumnya terbiasa menggunakan mobil diesel sehingga tak mudah berpindah ke teknologi lain.

Fenomena tersebut terlihat, terutama di wilayah Jawa Timur dan Sumatra yang selama ini menjadi pasar utama kendaraan diesel Toyota, seperti Kijang Innova Reborn dan Fortuner.

"Baik di Jakarta, terutama di Jawa Timur, di Sumatera, itu pencinta diesel dan penggerak belakang itu masih banyak. Apa yang mereka lihat sekarang adalah mereka mau melihat dulu harga solarnya atau Pertadex ya," ucap Anton.

Lebih dari itu penurunan harga BBM diesel nonsubsidi yang terjadi belum lama ini diharapkan bisa memulihkan minat konsumen yang sebelumnya menunda pembelian.

Anton lantas optimis permintaan kendaraan diesel akan kembali pulih jika harga bahan bakar terus bergerak turun. Di sisi lain, Auto2000 juga memantau perkembangan pasar dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Lebih dari itu Anton tak mengurai berapa angka penundaan yang diterima maupun penurunan penjualan mobil diesel. Ia hanya menggambarkan besarnya kontribusi kendaraan diesel Toyota di sejumlah daerah.

Di Jawa Timur, misalnya, Innova Diesel menjadi salah satu model dengan permintaan tertinggi. Kondisi serupa juga terjadi di Sumatra, terutama Medan, yang dikenal sebagai salah satu pasar terbesar kendaraan diesel Toyota.

"Penjualan, saya kasih gambarnya. Di Jawa Timur, penjualan Auto2000 untuk total Toyota 20-25 persennya adalah Innova diesel. Dari empat mobil ya, atau lima mobil, satu mobil adalah Innova diesel. Begitu tingginya kecintaan mereka terhadap itu. Walaupun ada model-model yang lain," ujarnya.

(ryh/mik) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]