Pertamax Mahal, Boleh Ganti Pakai BBM Pertalite?
Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax naik menjadi Rp16.250 bisa mendorong sebagian masyarakat menyiasatinya dengan bergonta-ganti pemakaian memakai Pertalite yang lebih murah. Namun apakah cara ini aman buat kendaraan?
Motivasi mengganti jenis BBM ada banyak. Misalnya ingin menekan pengeluaran atau mencari yang cocok dengan rasa berkendara. Mengubah jenis BBM umumnya juga didasari keinginan membeli yang lebih berkualitas atau atas dasar ingin mesin awet.
Aman jika sesekali
Pada dasarnya tidak ada masalah apabila mengganti BBM hanya dilakukan sesekali. Contohnya dalam kondisi darurat ketika jenis BBM yang biasa dipakai tak tersedia di sekitar.
Semua jenis BBM bensin umumnya memiliki unsur penyusun yang sama di atas rantai hidrokarbon, sehingga relatif aman jika 1-2 jenis bahan bakar tercampur dalam satu tangki.
Namun jika dilakukan secara terus-menerus mesin bakal merasakan efek negatif.
Hal ini disebabkan setiap jenis BBM diracik menggunakan metode berbeda, kadar RON lain dan unsur kimiawi yang tak selalu sama.
Dampak bila sering
Performa mesin bisa berkurang bila sering mengonsumsi beda-beda produk BBM. Misal Anda memilih jenis BBM bensin yang punya RON lebih rendah atau lebih tinggi.
Mesin secara otomatis akan menyesuaikan proses pembakaran dan kompresi atas jenis BBM yang dipilih. Jika hal ini berulang kali terjadi, kinerja mesin akan menurun dan konsumsi bahan bakar akan meningkat.
Perlu diketahui bahwa setiap jenis mesin kendaraan memiliki spesifikasi berbeda-beda. Tidak selalu BBM oktan tinggi baik untuk mesin, oleh karena itu Anda direkomendasikan memilih yang sesuai spesifikasi.
Lihat Juga : |
Mesin berkerak
Jenis BBM yang berbeda memiliki komposisi kimia yang berbeda juga. Jika sering mengganti jenis bahan bakar dengan komposisi yang berbeda hal ini dapat menyebabkan pembentukan kerak atau residu di dalam mesin.
Kerak yang terbentuk dapat menyebabkan penurunan kompresi, sehingga lubang-lubang klep yang seharusnya rapat bisa terganggu oleh kerak tersebut, menurut penjelasan Pertamina.
(ryh/fea)