BYD Indonesia Buka Suara Usai Catat Penjualan Terparah di Mei 2026

CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2026 09:59 WIB
Menurut BYD angka wholesales yang terjun pada Mei 2026 karena penyesuaian transisi dari impor CBU ke produksi lokal. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

BYD Motor Indonesia menjelaskan mengapa penjualan mereka mencapai rekor terburuk sejak berdiri pada Mei 2026. Menurut perusahaan kondisi tersebut terjadi akibat proses transisi sumber produksi dari impor utuh (completely built up/CBU) menuju produksi lokal.

Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan penurunan terjadi karena perusahaan sedang melakukan penyesuaian rantai pasok seiring dimulainya produksi lokal.

"Itu adalah dampak dari transisi production source kita, sebelumnya kita masih berbasis impor, wholesales itu bagian dari penjualan principal kepada dealer," kata Luther di Senayan, Jakarta akhir pekan kemarin.

Penjualan BYD ambruk pada Mei 2026 dan menjadi yang terparah dalam sejarah perusahaan selama berkiprah di Tanah Air.

Berdasarkan data wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD hanya mengantongi penjualan 895 unit sepanjang bulan tersebut.

Angka itu menjadi yang terendah sejak BYD pertama kali mencatatkan wholesales di Indonesia pada Juni 2024. Titik terendah sebelumnya terjadi pada September 2025 dengan 1.088 unit, sedangkan capaian bulanan terkecil sepanjang 2024 ada di angka 1.563 unit.

Penurunan pada Mei 2026 kontras dengan empat bulan pertama 2026, saat pengiriman BYD masih konsisten di kisaran ribuan unit, yakni 4.879 unit pada Januari, 4.653 unit (Februari), 2.941 unit (Maret), dan 4.625 unit (April).

Anjloknya pengiriman membuat BYD terlempar dari jajaran 10 besar merek terlaris pada Mei 2026. Posisinya melorot ke urutan 14, tertinggal dari sesama merek China seperti Chery, Geely dan Wuling.

Menurut Luther, BYD tengah membenahi sistem pasokan kendaraan dengan mengalihkan sumber produksi dari kendaraan impor menjadi hasil produksi dalam negeri. Proses tersebut berdampak sementara terhadap angka distribusi ke dealer.

"Kita membenahi sistem supply dengan transisi dari barang CBU ke produksi lokal. Sehingga ada sedikit shock di sisi angka, tapi itu akan normal kembali di bulan ini," ujarnya.

Proses pembangunan pabrik BYD di Indonesia berlokasi di Subang, Jawa Barat masih berlangsung. Perusahaan berjanji akan memulai produksi lokal dalam waktu dekat.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK