Nissan Belajar Cara China Ngebut Bikin Mobil Baru
Presiden Nissan Motor Ivan Espinosa mengatakan bakal memangkas setengah waktu pengembangan model baru, meniru cara produsen China yang memanfaatkan secara optimal kecerdasan buatan (AI).
Periode pengembangan model baru yang selama ini dikerjakan Nissan disebut sudah membuat kesulitan menawarkan model-model populer sehingga menekan pendapatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Espinosa, yang menjabat presiden sejak April, menargetkan waktu pengembangan cuma 30 bulan atau hanya 2,5 tahun.
Produk pertama yang bakal dirilis tahun ini dari strategi baru itu adalah generasi anyar Skyline. Masa pengembangannya turun menjadi 26 bulan, dipangkas 55 bulan dari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian besar hal ini dibangun di atas kemampuan AI dan pemanfaatan alat-alat baru, lebih banyak alat digital dalam fase desain, dalam fase pengujian, dalam fase manufaktur," kata Espinosa diberitakan Nikkei Asia, Jumat (12/6).
Nissan akan menerapkan cara itu untuk 90 persen pengembangan kendaraan dalam tahun fiskal 2026. Menurut perusahaan pengembangan lebih cepat bisa merespons preferensi konsumen dan perubahan kebijakan negara.
Nissan bisa melakukan pengembangan lebih cepat sebab sudah mengantongi ilmu dari mitra usaha patungannya di China, Donfeng Motor. Mobil listrik Dongfeng Nissan N7, yang meluncur pada April 2025, lahir lebih cepat dari periode pengembangan yang dipersingkat menjadi hanya dua tahun.
Nissan berupaya mengadopsi strategi itu secara global.
"Saat ini China menetapkan standar industri masa depan dalam hal teknologi, daya saing biaya, dan waktu pengembangan," kata Espinosa.
"Belajar dari Tiongkok dan mengekspor pengetahuan dari Tiongkok," katanya lagi.
Nissan akan membuat standar sasis dan komponen inti, mengembangkan sejumlah model menggunakan komponen serupa dalam satu keluarga. Sasis pertama dalam strategi ini bakal ditujukan untuk mobil keluarga yang diproduksi di pabrik Nissan di Canton, Mississippi, Amerika Serikat.
Nissan mengatakan bakal meluncurkan lima SUV dan pikap, termasuk di bawah merek mewah Infiniti, serta satu model untuk Mitsubishi Motors sebagai produksi original equipment manufacturer (OEM). Semua bakal meluncur setidaknya pada tahun fiskal 2028.
Nissan berencana menguasai 80 persen penjualan global dengan total tiga keluarga model, termasuk mobil keluarga ringkas di Jepang.
Penjualan global Nissan pada tahun fiskal 2025 turun 6 persen dibanding 2024 menjadi 3,15 juta unit. Penjualan di Jepang turun 13 persen menjadi sekitar 400 ribu unit.
Nissan pasang target menjual 550.000 unit per tahun di Jepang pada tahun fiskal 2030, yang akan membutuhkan peningkatan 40 persen selama lima tahun ke depan.
Rencana ini mengandalkan peluncuran model-model baru secara besar-besaran untuk membalikkan keadaan. Nissan berencana meluncurkan tujuh model baru dalam kurun waktu sekitar satu tahun, dimulai dengan Leaf EV terbaru yang mulai dijual pada Januari, kemudian Skyline yang telah dihidupkan kembali. Espinosa mengatakan ini merupakan laju peluncuran model baru tercepat dalam sejarah Nissan.
Nissan juga mempertimbangkan untuk mengembangkan model yang diposisikan di antara mobil ringkas Note dan minivan Serena. Espinosa juga mengatakan Nissan sedang mengerjakan versi selanjutnya dari mobil sport ikonik GT-R, yang detailnya akan disampaikan lebih lanjut.
(fea) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

