Sebelum BBM Naik, Honda Sudah Menyiapkan Jawabannya

Honda Prospect Motor | CNN Indonesia
Selasa, 23 Jun 2026 13:42 WIB
Mesin Hybrid Honda. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kenaikan harga BBM membuat banyak pengguna kendaraan kembali memperhitungkan biaya operasional harian. Di tengah kondisi tersebut, teknologi hybrid menjadi salah satu pilihan yang mulai mendapat perhatian karena menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara.

Sebagai informasi, sejak 10 Juni 2026, harga Pertamax resmi naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, kenaikan sebesar Rp3.950 dalam sekali pengumuman. Penyesuaian harga ini diumumkan Pertamina Patra Niaga setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah.

Bagi pengemudi kendaraan bensin konvensional dengan rata-rata konsumsi 12 km per liter, biaya per kilometer kini mencapai sekitar Rp1.354, hampir dua kali lipat dibanding kendaraan hybrid.

Di titik inilah pertanyaan soal efisiensi kendaraan mulai relevan untuk dijawab secara teknis Honda telah lama mengembangkan teknologi yang disebut Hybrid, dan cara kerjanya lebih spesifik dari sekadar 'mobil hybrid biasa'.

Pada kendaraan Honda Hybrid, pendekatan yang digunakan berbeda dari sebagian besar sistem hybrid yang dikenal masyarakat karena mengutamakan penggerak listrik sebagai sumber tenaga utama dalam berbagai kondisi berkendara.

Honda menyebut konsep ini sebagai Electric First. Dalam sistem tersebut, motor listrik menjadi penggerak utama roda pada sebagian besar situasi, terutama saat kendaraan melaju di perkotaan, kondisi lalu lintas padat, atau kecepatan rendah hingga menengah.

Sementara itu, mesin bensin lebih sering berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk memasok energi ke motor listrik dan mengisi baterai.

Pendekatan ini berbeda dengan banyak sistem hybrid konvensional yang lebih sering mengandalkan mesin bensin sebagai penggerak utama, sementara motor listrik berperan sebagai pendamping. Pada Honda Hybrid, roda kendaraan sebagian besar digerakkan oleh motor listrik sehingga karakter berkendaranya lebih menyerupai kendaraan listrik.

Secara umum, sistem Honda Hybrid memiliki tiga mode kerja yang berlangsung secara otomatis. Pada mode EV Drive, kendaraan bergerak menggunakan tenaga listrik yang tersimpan di baterai tanpa bantuan mesin bensin. Mode ini biasanya digunakan saat kecepatan rendah atau ketika kendaraan berjalan santai.

Ketika membutuhkan tenaga lebih besar, sistem akan beralih ke Hybrid Drive. Dalam kondisi ini, mesin bensin menyalakan generator untuk menghasilkan listrik yang kemudian digunakan motor listrik sebagai penggerak roda. Energi berlebih juga dapat disimpan kembali ke baterai.

Sementara itu, pada kecepatan tinggi dan stabil seperti saat melaju di jalan tol, sistem dapat mengaktifkan Engine Drive. Pada mode ini, mesin bensin terhubung langsung ke roda melalui kopling khusus sehingga tenaga dapat disalurkan dengan lebih efisien.

Menurut penjelasan Honda, penggunaan motor listrik sebagai penggerak utama memberikan keuntungan terutama di lingkungan perkotaan yang sering diwarnai kondisi stop-and-go.

Motor listrik mampu menghasilkan torsi maksimum sejak putaran awal sehingga lebih efisien ketika kendaraan sering berhenti dan kembali berjalan. Sebaliknya, mesin bensin bekerja lebih efisien saat mempertahankan kecepatan tinggi dan stabil.

Sistem Honda Hybrid dirancang untuk memanfaatkan keunggulan masing-masing sumber tenaga. Motor listrik digunakan pada kondisi yang paling sesuai dengan karakteristiknya, sedangkan mesin bensin bekerja pada area operasi yang lebih efisien.

Perpindahan antar mode berlangsung otomatis tanpa memerlukan intervensi pengemudi. Efisiensi inilah yang menjadi semakin relevan ketika harga bahan bakar meningkat.

Dalam materi yang disampaikan Honda Prospect Motor (HPM), Honda HR-V Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar hingga 25,5 kilometer per liter berdasarkan pengujian internal dan pengujian Kementerian Perhubungan. Dengan asumsi harga Pertamax Rp16.250 per liter, biaya operasionalnya setara sekitar Rp637 per kilometer.

Sebagai perbandingan, kendaraan bensin konvensional dengan konsumsi rata-rata sekitar 12 kilometer per liter memerlukan biaya sekitar Rp1.354 per kilometer.

Efisiensi ini secara teknis bukan hasil dari pembatasan performa. Mesin yang digunakan adalah Atkinson Cycle 1.5 liter DOHC i-VTEC dengan tenaga 106 PS, dipadukan motor listrik bertenaga 131 PS dan torsi 253 Nm. Keduanya bekerja dalam satu sistem yang saling melengkapi.

Di sisi lain, sistem Honda Hybrid tidak memerlukan pengisian daya eksternal seperti kendaraan listrik berbasis baterai. Energi untuk baterai diperoleh dari kerja mesin, generator, dan sistem pengereman regeneratif yang mengubah energi saat deselerasi menjadi listrik.

Karakteristik tersebut membuat teknologi hybrid menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan efisiensi lebih baik tanpa harus bergantung pada infrastruktur pengisian daya. Pengguna tetap dapat mengoperasikan kendaraan seperti mobil bermesin konvensional, namun dengan dukungan sistem elektrifikasi yang bekerja secara otomatis di belakang layar.

Saat ini teknologi Honda Hybrid sudah tersedia pada sejumlah model di berbagai segmen, mulai dari sedan, SUV hingga MPV. Dengan semakin tingginya perhatian terhadap efisiensi penggunaan bahan bakar, pemahaman mengenai cara kerja sistem hybrid menjadi penting agar konsumen dapat menilai teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK