China Terapkan Standar Baru, Baterai Mobil Listrik Tak Boleh Terbakar

CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 16:50 WIB
Mobil konsep Toyota bZ4X.
Mulai 1 Juli 2026, China akan menerapkan standar baru mobil listrik, salah satunya baterai wajib tidak mengalami kebakaran. (Global.Toyota)
Jakarta, CNN Indonesia --

China akan menerapkan dua standar baru pada 1 Juli 2026 seiring meningkatnya adopsi mobil listrik. Ketentuan anyar ini terkait regulasi yang membawahi tingkat keamanan dan keselamatan pada komponen baterai.

Dua regulasi itu yaitu Safety Requirements for Electric Vehicles (GB18384-2025) dan Safety Requirements for Power Batteries for Electric Vehicles (GB38031-2025). Di dalamnya mencakup standar keselamatan kendaraan dan baterai.

Mengutip laporan Economic Information, langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi yang terus meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) yang dirilis pada 10 Juni 2026, produksi dan penjualan New Energy Vehicle (NEV) di China kembali meningkat pada Mei 2026, masing-masing mencapai 1,554 juta unit dan 1,496 juta unit.

Hingga akhir 2025, jumlah kendaraan energi baru yang beroperasi di China telah mencapai 43,97 juta unit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka dari itu protokol keselamatan kendaraan dan baterai bakal dibuat lebih ketat.

Standar kendaraan terbaru mewajibkan adanya mekanisme pemutus daya fisik (one-touch power-off). Fitur ini menggantikan metode sebelumnya yang bergantung pada perangkat lunak, sehingga pengemudi dapat memutus aliran listrik tegangan tinggi dari sistem penyimpanan energi hanya dengan satu tindakan.

Langkah ini dapat meningkatkan keandalan dan efisiensi proses penyelamatan dalam kondisi darurat.

Sementara itu, standar baterai terbaru meningkatkan persyaratan keselamatan secara signifikan. Beberapa perubahan utama meliputi:

1. Standar baru mengharuskan baterai tidak mengalami kebakaran mau pun ledakan sama sekali, meski sistem peringatan tetap wajib tersedia. Selain itu, asap yang dihasilkan tidak boleh membahayakan penumpang.

2. Ada ada uji benturan pada bagian bawah kendaraan (bottom-impact test) untuk mengevaluasi kemampuan perlindungan baterai terhadap benturan atau tabrakan dari bawah kendaraan.

3. Daya tahan ditambahkan melalui pengujian keselamatan baru setelah 300 siklus pengisian cepat (fast charging). Setelah menjalani siklus tersebut, baterai harus tetap bebas dari risiko kebakaran atau ledakan ketika menjalani uji korsleting eksternal.

Produsen besar sudah siap

Sejumlah produsen baterai dan kendaraan telah mulai menyesuaikan diri dengan regulasi baru tersebut.

CATL mengungkap bahwa seluruh lini baterai produksi massal untuk kendaraan penumpang dan kendaraan komersial telah berhasil lulus pengujian standar nasional baru pada Mei 2025.

Sementara BYD menyatakan Blade Battery generasi kedua telah lolos pengujian sesuai standar baru dengan performa yang bahkan melampaui persyaratan minimum yang diwajibkan.

Meski demikian, para analis industri memperkirakan standar baru ini dapat meningkatkan biaya produksi baterai.

Sementara itu pemerintah China melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) serta State Administration for Market Regulation bakal terus mengoordinasikan penyempurnaan atas standar keselamatan kendaraan listrik.

Salah satu langkahnya penerbitan standar Fire Detectors for Vehicles (GB47497-2026) yang terfokus pada sistem peringatan dini terhadap potensi thermal runaway pada baterai kendaraan listrik, demikian melansir Car News China.

(ryh/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]