Bukan Cuma Renault, Pabrikan Mobil GM di AS Juga Produksi Senjata
Raksasa otomotif Amerika Serikat (AS), General Motors (GM), menggandeng perusahaan pertahanan Lockheed Martin untuk memperkuat basis manufaktur dan industri pertahanan AS. Langkah ini menambah daftar pabrikan mobil global yang merambah industri senjata.
Kemitraan di bawah nota kesepahaman (MOU) yang diumumkan Selasa (16/6) ini difasilitasi Kementerian Pertahanan AS di tengah permintaan kapasitas produksi pertahanan yang terus meningkat.
"Keamanan Amerika tidak hanya bergantung pada pengembangan teknologi canggih, tetapi pada kemampuan kita memproduksinya dengan cepat, andal, dan dalam skala besar," kata Chief Operating Officer Lockheed Martin Frank St. John dalam rilis resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fokus amunisi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kolaborasi GM dan Lockheed akan fokus pada tiga area, yakni meningkatkan kesiapan produksi dan lingkungan manufaktur yang dapat diskalakan, memperkuat rantai pasok sekaligus menambah ketahanannya, serta menerapkan pendekatan manufaktur dan desain canggih untuk mendorong efisiensi.
Kemitraan ini akan menyasar produksi amunisi serta manufaktur skala besar berkecepatan tinggi (high-rate manufacturing), dikutip CNBC.
"Yang membuat momen ini penting adalah negara membutuhkan lebih dari sekadar teknologi hebat. Negara juga butuh kapasitas untuk membangun, menskalakan, dan mengirim dengan andal," kata Bruce Brown, Wakil Presiden Strategi di GM Defense, dalam panggilan dengan wartawan, dikutip CNBC.
"Di sinilah GM bisa membantu," lanjut Brown.
Dari sisi investasi, Lockheed menggelontorkan 9 miliar dolar AS hingga 2030 untuk memodernisasi 20 fasilitas dan basis pasoknya. Sementara GM akan membelanjakan 7 miliar dolar AS untuk riset dan pengembangan di AS, menurut Brown. Kedua angka tersebut dikutip CNBC.
Meski demikian, kerja sama ini masih berada di tahap awal. St. John menyebut masih terlalu dini untuk memastikan proyek apa yang akan digarap bersama GM Defense.
GM bukan pemain baru di industri pertahanan. Pabrikan ini pernah memproduksi tank untuk AS pada Perang Dunia II.
Unit GM Defense sendiri didirikan ulang pada 2017 dan kini menjadi salah satu segmen bisnis perusahaan yang tumbuh cepat, dengan pelanggan termasuk Angkatan Darat AS, Secret Service, dan NASA.
Kemitraan ini muncul saat Presiden Donald Trump mendorong peningkatan manufaktur dalam negeri dan pemulangan produksi ke AS atau reshoring. Di sisi lain, stok pertahanan AS menyusut akibat perang di Ukraina dan Iran.
Gedung Putih bahkan disebut telah menggelar pembicaraan dengan Ford dan GM soal dukungan yang lebih baik bagi industri pertahanan negara, dikutip CNBC.
"Dengan bekerja sama, GM Defense dan Lockheed akan semakin memperkuat manufaktur dan pertahanan nasional Amerika dengan mendorong kecepatan, efisiensi, dan inovasi yang lebih besar di sektor kedirgantaraan dan pertahanan," kata Presiden GM Defense Steve duMont.
"Dalam beberapa minggu ke depan, kami akan bekerja mengidentifikasi proyek-proyek awal untuk dikerjakan bersama," ucapnya lagi.
Susul Renault
GM bukan satu-satunya pabrikan mobil yang melirik sektor pertahanan. Hanya beberapa hari sebelumnya, Renault Group asal Prancis mengumumkan kemitraan dengan Thales untuk memproduksi drone tempur Toutatis.
Pesaing GM, Ford, juga disebut sudah masuk radar. Sejumlah pemerintah di Eropa dan Amerika Utara telah membahas dengan Ford bagaimana produk mereka bisa mendukung upaya pertahanan, dikutip Reuters.
(fea) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

