ESDM Klaim Kadar Air Biodiesel B50 Lebih Sedikit dari B40

CNN Indonesia
Sabtu, 20 Jun 2026 08:31 WIB
Menteri ESDM Bahlil mengeklaim kadar air B50 lebih sedikit dari B40 berdasarkan hasil uji coba ke berbagai mesin dan kendaraan.
Menteri ESDM Bahlil mengeklaim kadar air B50 lebih sedikit dari B40 berdasarkan hasil uji coba ke berbagai mesin dan kendaraan. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengeklaim kadar air biodiesel 50 persen (B50) lebih sedikit dibandingkan B40, berdasarkan hasil uji coba ke berbagai mesin dan kendaraan.

Klaim itu disampaikan menjelang rencana mandatori B50 yang ditargetkan beredar mulai 1 Juli 2026, seiring target pemerintah menghentikan total impor BBM jenis solar pada periode yang sama.

"Secara teknis sudah dilakukan uji coba yang dilakukan oleh tim kami dari ESDM oleh dipimpin oleh Ibu Dirjen EBTKE Ibu Prof Eniya dan hasilnya sangat menggembirakan. Sampai dengan hari ini kadar air daripada perbandingan B40 dengan B50, B50 itu kadar airnya lebih sedikit," kata Bahlil saat ditemui di Jakarta, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (19/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut uji coba B50 telah dilakukan di berbagai sektor, mulai dari transportasi darat, perkeretaapian, angkutan laut, hingga alat berat di sektor pertambangan dan alat mesin pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan ini sudah dilakukan uji coba di berbagai kendaraan baik itu alat berat, kapal, kereta api dan beberapa kendaraan yang lainnya. Tambang ya, ekskavator semuanya alat pertanian semuanya sudah dilakukan," lanjut Bahlil.

Bahlil optimistis peluncuran B50 bisa terlaksana sesuai target 1 Juli 2026, sehingga Indonesia bisa mengurangi atau bahkan menghentikan impor solar, khususnya jenis C48.

"Jadi Insya Allah kami sangat optimis untuk implementasi launching daripada B50 itu akan dilakukan nanti di 2026 1 Juli. Dengan demikian maka itu kita akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar khususnya C48 ya," ujar dia.

Spesifikasi lebih ketat

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyebut spesifikasi B50 telah disepakati seluruh pemangku kepentingan. Ia menyatakan para produsen sudah sanggup memenuhi parameter kualitas yang lebih ketat dibanding program B40.

"Sudah, sudah, sudah kalau spek. Jadi dari alat berat terus dipastikan speknya sudah turun 20 PPM untuk water content dan seterusnya monogliserida dan lain-lain itu lho. Itu sudah mereka sanggup dengan spek tersebut. Jadi sudah oke," jelas Eniya Rabu (17/6).

Pemerintah saat ini merampungkan dua Keputusan Menteri (Kepmen) sebagai landasan kebijakan B50. Satu Kepmen mengatur mandatori penggunaan B50 secara nasional, sementara Kepmen lainnya mengatur rincian alokasi volume biodiesel untuk semester kedua tahun ini.

"Mandatorinya kan di Kepmen. Kepmen mandatori sudah Pak Menteri tinggal teken. Terus lanjut saya sedang bahas dengan Migas (alokasi). Kepmen kedua, kan harus revisi dari Kepmen yang tahun ini," kata Eniya.

Pemerintah juga menghitung kebutuhan volume biodiesel dengan mempertimbangkan proyeksi kenaikan konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus memastikan kesiapan pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) agar distribusi tetap stabil saat mandatori B50 dimulai.

"Volume. Karena kan perkiraan Nataru, perkiraan ini kan dihitung semua. Terus kesiapan volume dari FAME-nya juga. Kalau B50 tinggal go saja," papar Eniya.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]