Dealer Kurang 11, Bagaimana Penjualan Daihatsu?
Jumlah jaringan penjualan Daihatsu di Indonesia telah terkikis setelah salah satu rekanan dealer hijrah ke merek China. Perubahan ini diduga bakal berpotensi memperlambat penjualan, Daihatsu mengatakan gambaran efeknya bisa jadi terlihat pada catatan Juni nanti.
Customer Relation Division Head AI DSO Tri Mulyono yang ditanya soal potensi negatif usai grup dealer Asco Automotive yang memegang 11 dealer Daihatsu undur diri awal Juni, enggan berbicara terlalu spesifik. Ia mengatakan masih memantau perkembangan pasar.
"Kita lihat bulan ini jualannya," kata Tri ditemui di Depok, Jawa Barat, Minggu (21/6).
Lihat Juga : |
Daihatsu sampai saat ini masih berada pada urutan kedua merek mobil terlaris di Indonesia. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil Daihatsu ke dealer pada Januari-Mei 2026 berjumlah 59.420 unit.
Angka itu naik dari 7,9 persen dari perolehan 2025 dibandingkan periode yang sama.
Lalu retailnya juga naik 4,9 persen menjadi 59.484 pada Januari hingga Mei 2026 dibandingkan lima bulan pertama 2025.
11 dealer Daihatsu milik Asco Automotive, lima di antaranya berada di area Jakarta, satu di Bekasi (Jawa Barat) dan lima lain di Jawa Timur.
Tri belum mengungkap apakah perusahaan bakal membangun dealer pengganti di kawasan Asco atau tidak dalam waktu dekat. Ia hanya memastikan sejauh ini penjualan maupun konsumen mereka dapat ditangani oleh dealer Daihatsu terdekat lainnya.
Menurut Tri, dealer saat ini masih cukup dengan jumlah 250 outlet dari 23 grup dealer yang tersebar di 34 provinsi Tanah Air.
"Namun saat ini kami memang sudah melakukan pemetaanan dan memang semuanya masih bisa di-cover dari hotline (dealer) resmi terdekat," ungkap Tri.
Lihat Juga : |
Pada kesempatan yang sama, Marketing Director dan Corporate Communication Director Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani, menjelaskan pihaknya menghormati segala keputusan yang diambil mitra dealer mereka.
Kata Agung fokus perusahaan saat ini adalah memenuhi segala kebutuhan konsumen, termasuk untuk layanan aftersales yang sebelumnya dipegang Asco.
"So far seperti yang dijelaskan, ini keputusan manajemen dan kami menghormati," ungkap Agung.
(ryh/fea)