Bos Besar Honda Minta Maaf Usai Catat Rugi Pertama Selama 70 Tahun

CNN Indonesia
Senin, 29 Jun 2026 08:15 WIB
CEO Honda Toshihiro Mibe minta maaf ke pemegang saham atas rugi bersih pertama dalam hampir tujuh dekade, dipicu beban restrukturisasi bisnis mobil listrik.
CEO Honda Toshihiro Mibe minta maaf ke pemegang saham atas rugi bersih pertama dalam hampir tujuh dekade, dipicu beban restrukturisasi bisnis mobil listrik. (AFP/PHILIP FONG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bos Honda Toshihiro Mibe meminta maaf kepada pemegang saham atas kinerja keuangan perusahaan setelah Honda membukukan rugi bersih tahunan pertama selama hampir tujuh dekade sejak melantai di bursa pada 1957.

Honda mencatat rugi bersih 423,94 miliar yen atau sekitar Rp46,2 triliun (kurs Rp17.777) untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Kerugian itu dipicu beban restrukturisasi bisnis mobil listrik lebih dari US$9 miliar atau lebih dari Rp160 triliun, ditambah tekanan persaingan dari pesaing China.

"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya kepada para pemegang saham atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan besar yang ditimbulkan oleh rugi bersih yang tercatat dalam hasil keuangan tahun fiskal sebelumnya," kata Mibe di rapat pemegang saham tahunan di Tokyo, dikutip Reuters, Jumat (26/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerugian terbesar bersumber dari perombakan bisnis mobil listrik. Di tengah pemangkasan subsidi kendaraan listrik di Amerika Serikat, pangsa pasar mobil listrik Honda di sana jauh di bawah perkiraan, sehingga menjual model-model yang sudah direncanakan bakal menuntut insentif besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Honda lalu memutuskan pencatatan kerugian terkait EV dan menghentikan pengembangan tiga model mobil listrik untuk produksi di Amerika Utara, seiring permintaan yang melambat.

Mibe mengatakan bila penjualan model-model itu tetap dilanjutkan maka bisnis otomotif sendiri akan tetap merugi setidaknya lima tahun atau mungkin hingga tujuh tahun. Ia menyebut kondisi seperti itu akan sangat kritis bagi perusahaan.

Desakan Mibe mundur

Mibe menghadapi tekanan dari internal perusahaan dalam beberapa bulan terakhir. Mantan CEO Honda Nobuhiko Kawamoto disebut mendatangi kantor pusat di Tokyo pada April untuk mendesaknya mundur, menurut sumber yang mengetahui persoalan itu kepada Reuters.

Para mantan petinggi mengkritik Mibe karena mengabaikan China, pasar mobil terbesar dunia, dan karena taruhan EV yang gagal hingga menyeret Honda ke kerugian, sekaligus memperlihatkan ketergantungan yang makin besar pada divisi sepeda motor yang menguntungkan.

Menjelang akhir rapat, seorang pemegang saham mengusulkan mosi pemecatan Mibe. Namun, Mibe menolak membawa usulan itu ke pemungutan suara dengan alasan persoalan tersebut tidak masuk agenda sehingga tak bisa dipertimbangkan.

Sebagian pemegang saham yang hadir menyuarakan kekecewaan.

"Saya kecewa dengan cara presiden direktur menangani ini," kata seorang pegawai kantoran perempuan berusia 50-an tahun yang hadir, dikutip Japan Today.

"Saya merasa strategi masa depan tampaknya hanya bersifat dari hari ke hari," ujar dia.

"Keputusan Mibe terlambat dan ia seharusnya menyerahkan jabatannya kepada presiden direktur baru untuk menghidupkan kembali bisnis perusahaan," ujar seorang pria berusia 40-an tahun yang bekerja di perusahaan rekanan Honda.

Kendati begitu, usulan mengangkat 11 anggota dewan direksi termasuk Mibe tetap disetujui, dengan Mahito Shikama (48) sebagai direktur baru, sosok yang terlibat pengembangan kendaraan otonom Level 3 komersial dan SDV. Voting itu sejalan rekomendasi dua lembaga penasihat pemegang saham, Glass Lewis dan ISS.

Janji bangkit

Honda memproyeksikan kembali meraup untung pada tahun fiskal berjalan dan berjanji menjadikan bisnis mobilnya sumber laba yang stabil dalam tiga tahun ke depan.

Mibe juga menyebut pembicaraan dengan Nissan dan Mitsubishi soal teknologi kendaraan generasi berikutnya, termasuk platform software-defined vehicle (SDV) dan baterai, yang berjalan sejak pertengahan 2024 kini berada pada tahap lanjut. Sebagian proyek bahkan disebut "hampir diumumkan".

Mibe menegaskan tanggung jawabnya adalah dengan cepat mengembalikan Honda ke jalur pertumbuhan, terus menghadirkan produk mobilitas yang unik dan beragam ke dunia, serta memberikan hasil dengan penuh urgensi.

(fea/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]