Perhatikan Oli Mesin Cegah Overheat Saat Cuaca Ekstrem
Pemilik kendaraan diimbau memastikan kondisi oli mesin tetap prima di tengah musim kemarau dan meningkatnya kepadatan lalu lintas.
Kondisi cuaca panas yang disertai kemacetan, dapat membuat mesin kendaraan bekerja lebih berat karena harus mempertahankan temperatur operasional dalam waktu lebih lama.
Ditambah lagi, musim kemarau yang identik dengan cuaca panas membuat mesin kendaraan bekerja lebih berat, terutama ketika harus beroperasi dalam kondisi stop and go akibat kemacetan.
Lihat Juga : |
Situasi tersebut meningkatkan beban kerja oli mesin yang berfungsi tidak hanya sebagai pelumas, tetapi juga membantu menjaga suhu mesin tetap stabil sehingga risiko overheat dapat diminimalkan.
Oleh karena itu penggunaan oli mesin harus tepat dan lakukan penggantian secara rutin.
Meski oli modern telah dirancang memiliki ketahanan terhadap temperatur tinggi, penggunaan dalam kondisi ekstrem secara terus-menerus tetap dapat mempercepat penurunan kualitas oli.
Lihat Juga :Tips Otomotif 4 Ciri Rack Steer Mobil Rusak |
Dalam kondisi tertentu saat temperatur kerja tinggi secara terus-menerus, sebagian kecil kandungan oli juga berpotensi mengalami penguapan (oil evaporation) akibat temperatur tinggi sehingga volume oli berpotensi berkurang seiring waktu.
Jika volume maupun kualitas oli sudah menurun, kemampuan oli dalam melumasi, membantu pelepasan panas, membersihkan kotoran, dan melindungi komponen mesin juga ikut berkurang.
Apabila dibiarkan, gesekan antarkomponen mesin akan meningkat dan berisiko mempercepat keausan hingga menyebabkan kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan lebih besar mengutip keterangan Auto2000, Kamis (9/7).
Pemilik kendaraan disarankan ganti oli mesin berkala setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali (mana yang tercapai lebih dulu). Untuk oli sintetis, interval ini menjaga performa mesin tetap optimal dan mencegah keausan komponen.
(tim/mik)