Demi TKDN, BAIC Rakit Baterai Mobil Listrik di Indonesia

CNN Indonesia
Senin, 13 Jul 2026 11:59 WIB
BAIC T1 resmi diluncurkan di Indonesia.
Perakitan ditargetkan berjalan Juli 2027 di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta. (CNN Indonesia/ Rayhand Purnama)
Jakarta, CNN Indonesia --

JIO Distribusi Indonesia (JDI), agen pemegang merek (APM) BAIC di dalam negeri, menyiapkan investasi sekitar Rp65 miliar untuk membangun fasilitas perakitan baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian rencana merakit mobil listrik T1 tahun depan serta memperdalam tingkat lokalisasi melalui penggunaan baterai buatan dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chief Operating Officer JDI Dhani Yahya mengatakan produksi completely knocked down (CKD) T1 ditargetkan berjalan Juli 2027. Perakitan lokal ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 60 persen.

Ia menerangkan proses perakitan kendaraan tetap dilakukan di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat. Namun, BAIC juga melokalisasi baterai agar kandungan lokal kendaraan meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini perusahaan sedang menjajaki kerja sama dengan salah satu pemasok baterai di Indonesia. Identitas mitra tersebut belum diungkap, tetapi proyeknya disebut telah berjalan.

"Proyek baterai ini sudah berjalan. Kick off meeting juga sudah dilakukan, dengan dukungan BAIC International maupun prinsipal perusahaan baterai yang bekerja sama di Indonesia," ujar Dhani di Alam Sutra, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Meski proses perakitan dilakukan di dalam negeri, BAIC masih akan mengimpor sel baterai dari luar negeri. Nantinya, battery pack beserta sejumlah komponen lain akan dirakit secara lokal.

"Yang masih CBU nanti hanya sel baterainya. Komponen lainnya sudah diproduksi dan dirakit secara lokal," kata Dhani.

Ia memastikan T1 versi Indonesia tetap menggunakan baterai berteknologi Lithium Ferro Phosphate (LFP), sama seperti model yang dipasarkan secara global.

Untuk mendukung proyek tersebut, Dhani bilang BAIC menggelontorkan investasi sekitar 28 juta yuan atau setara Rp65 miliar. Dana itu difokuskan untuk membangun kemampuan perakitan baterai di Indonesia.

"Investasinya cukup besar, sekitar 28 juta yuan atau kurang lebih Rp65 miliar. Kami siap berinvestasi dari sisi baterainya," ucap Dhani.

Ia menambahkan pengumuman mengenai mitra lokal akan dilakukan setelah seluruh proses administrasi dan penandatanganan kerja sama rampung.

"Nanti setelah kerja samanya sudah ditandatangani, baru bisa kami sampaikan kepada media bagaimana proses assembly baterai lokal di Indonesia," katanya.

(ryh/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]