Alasan Produsen Mobil Tak Reaktif Saat Suku Bunga BI Naik

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 18:16 WIB
Sejauh ini produsen kendaraan di dalam negeri belum terlalu reaktif pada kenaikan suku bunga BI. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menjelaskan para anggotanya tidak bisa reaktif atas kenaikan suku bunga BI yang agresif sejak Mei dan berbagai gejolak lain di dalam serta luar negeri tahun ini. Andai gegabah melakukan perubahan dampaknya dinilai malah bisa negatif.

Suku bunga BI telah naik 100 basis poin (bps) sejak Mei, dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen. Pada Mei suku bunga naik 50 bps menjadi 5,25 persen, kemudian naik lagi 25 bps pada Juni menjadi 5,75 persen.

Kenaikan ini dirasa bakal berdampak ke penjualan mobil baru sebab sebagian besar dibeli secara cicilan, yang sangat dipengaruhi suku bunga BI.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan ada berbagai perubahan besar di dalam negeri terkait otomotif pada tahun ini. Selain suku bunga, dia bilang ada nilai tukar rupiah yang menurun signifikan dibanding dolar Amerika Serikat dan tensi geopolitik.

Menurut dia industri otomotif tidak bisa reaktif menerima gejolak itu kemudian melakukan perubahan sebab mempertimbangkan dampak psikologi pada konsumen yang dinilai berpotensi menjadi tidak produktif.

"Jadi kita terima kondisi seperti ini, harapannya adalah kondisi ini cepat membaik sehingga tidak berlarut-larut dan itu jauh lebih penting daripada langsung reaktif," katanya, dikutip dari tayangan video di CNBC Indonesia, Rabu (15/7).

"Kita was-was, kita hati-hati," ucapnya lagi.

Kukuh mengingatkan Gaikindo dan para anggotanya sudah ada lebih dari 60 tahun di Indonesia dan telah mengalami naik turunnya kondisi ekonomi dan geopolitik.

Kukuh menilai kenaikan suku bunga BI pasti berdampak ke bank kemudian ke konsumen potensial, tetapi menurut dia konsumen juga punya cara menghadapinya.

Konsumen memiliki pilihan apakah jadi membeli mobil baru saat kondisi seperti saat ini atau tidak, dinilai dari seberapa penting kebutuhannya.

"Dan jika langsung dilakukan adjustment, itu dampaknya akan luar biasa, bahkan konsumen potensial bisa cenderung 'ya sudah lah nanti saja', hold dulu, dan ini kalau sudah hold biasanya panjang, gak cukup seminggu dua minggu bisa dua, tiga, empat bulan dan kita akan kehilangan momentum," tutur Kukuh.

Suku bunga BI yang tinggi bakal berefek ke bank dan perusahaan leasing yang meninggikan suku bunga kredit. Pada akhirnya hal ini bisa membuat cicilan kendaraan baru semakin mahal.

Perubahan itu dikatakan akan paling berpengaruh ke segmen mobil penumpang di bawah Rp300 juta yang disebut Kukuh sangat 'sensitif harga'.

Selain itu kendaraan komersial juga terdampak besar sebab kebutuhan bisnis tak bisa ditunda. misalnya ada keperluan angkut barang maka pembelian unit harus dipenuhi.

Meski ada banyak gejolak di dalam negeri, Kukuh menyatakan target penjualan mobil baru Gaikindo pada tahun ini belum berubah 850 ribu unit.

"Sampai saat ini kita tidak mengubah target itu," ujar Kukuh.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK